Home » » Senja Meninggalkan Kenangan Tentang Kita

“Selamat pagi semua!!” ucapku saat memasuki ruang kelas.
“Pagi juga Fit!” jawab beberapa temanku. Aku berjalan menuju ke tempat dudukku sambil bertanya sama teman-teman yang ada di kelas.
“Eh, ada PR gak?” hanya Mely yang menjawab sambil menghapus tulisan yang ada di papan tulis.
“hmm gak ada kayaknya, Fit.” Aku menghela napas senang.

Aku ke luar kelas berhenti tepat di depan pintu, melipatkan kedua tangan di perutku, menoleh halaman sekolah yang luas yang ditumbuhi oleh pepohonan, tubuhku yang disinari hangatnya matahari, merasakan tenangnya suasana pagi ini. Aku memejamkan mata. Tiba-tiba, ada yang teriak memanggil namaku dengan sangat kencang, aku membuka mata dan menoleh ke arah suara yang memanggilku, “Astaga, itu kan Dilla, ngapain dia menghampiriku dengan wajah seperti mau memakan orang? Jangan-jangan, dia mau marahin aku lagi? Oh Tuhan, tolong aku.”

“Heyy Fitry! Ke sini kamu! Ikut aku!” dia menarik tanganku dengan sangat kuat, aku seperti mau melayang dibuatnya.
“Eh Dil, kamu apaan sih? Kamu mau bawa aku ke mana? Please lepasin tanganaku! Sakit tahu!” aku melawan, tapi dia tidak mempedulikan.

Di belakang Sekolah.
“Hey Fit! Kamu itu kegatelan ya! Udah aku bilangin, kamu jangan dekatin Dino! Jangan bales sms-sms dia, jangan sok dekat sama dia! Dia itu punya aku!”
“Hey Dil, aku gak kegatelan ya. Dino duluan yang sms aku! Aku sama dia itu hanya sahabatan, kamu itu gak berhak ya melarang aku!” jawabku.
“Kalau kamu sekali lagi ketahuan lagi bersama Dino, kamu akan tahu akibatnya. Inget!!” Dilla makin nyolot, dia mendorongku sampai jatuh dan langsung meninggalkanku.
“Ahh auu!” aku mendesah, telapak tanganku luka karena didorong Dilla.

Bel terakhir sekolah berbunyi, dan akhirnya pulang. Biasanya aku pulang sekolah sama Dino, tapi karena aku lagi bete, jadi aku lagi malas mau pulang sama dia. Dino memanggilku dari kejauhan, “Fitryy.. Fitryy tunggu!!” dia teriak. Aku tak menghiraukan, aku santai saja berjalan, dan Dino akhirnya mengejarku. Sesampai dia di sampingku, Dino bertanya.

“Kamu kenapa sih? Gak nungguin aku, aku panggil juga, huuh” napasnya terengah-engah karena mengejarku tadi.
“Gak apa-apa, males” jawabku singkat. Dino menatapku bingung, seakan bertanya-tanya. Senyap.
“Apakah karena Dilla? Dia menghampirimu lagi?” tanya Dino pelan. Aku menggangguk.
“Fit, kamu jangan takut sama siapa yang akan menyakitimu, aku selalu di sampingmu Fit, selalu. Percayalah.”
Aku tersenyum, “terima kasih Dino.”
“Mari kita pulang..”

Saat sore tiba, aku biasanya selalu bermain sama Dino, jalan-jalan, makan bersama, main di pantai dan duduk bersama sambil melihat matahari senja. Hal-hal itulah yang tak bisa aku lupakan saat sedang bersamanya. Dan sore ini, kami melakukan itu bersama-sama lagi. Jam digital di tanganku menunjukkan pukul 17.20. Kami akan menunggu senja, dan ingin melihat sunset. Aku dan Dino duduk di pinggiran pasir pantai sambil menatap matahari. Beberapa menit lagi sunset akan terlihat. Hening agak lama.

“Fit,” itu kalimat pertama yang muncul dari Dino sejak sekitar setengah jam yang lalu kami terdiam.
“Ya?” jawabku.
“Aku.. Aku mau pindah sekolah Fit” aku langsung menoleh ke Dino.
“Ka.. mu, mau pindah sekolah Din?” Dino mengangguk.

Oh Tuhan, betapa sedihnya, teman, bahkan orang yang aku sayang akan pergi meninggalkan aku. Hatiku terasa tergores.
“Aku tahu, kamu sedih Fit. Tapi aku janji. Aku gak bakal lupain kamu, kita masih bisa komunikasi kan? Lewat telepon? Nanti juga pas liburan aku akan menjumpai kamu. Aku sayang kamu Fit” ucap Dino sambil menyeka air mataku. Aku hanya menganggukkan kepala. Aku merasakan, hari ini adalah hari yang sangat panjang. Dimana senja inilah yang banyak meninggalkan kenangan bersamamu, aku akan menyimpan perasaan ini.

SELESAI


***
Cerpen Karangan: Zilvani Aprianti
Facebook: Zilvani Aprianti
kategori: Cerpen Perpisahan
Sumber : cerpenmu

0 komentar to "Senja Meninggalkan Kenangan Tentang Kita"

Posting Komentar