Siarlingkungan.Com // GUNUNG SITOLI - Pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (PILKADES) di Desa Fadoro Fulölö Kecamatan Lotu, yang merupakan Pergantian Antar Waktu (PAW) tidak di Benarkan Oleh Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Desa Fadoro Fulölö Kabupaten Nias Utara.
| UU Desa Nomor 6 Tahun 2014 |
Panitia Pilkades yang telah di bentuk pihak BPD beberapa waktu lalu telah mengundurkan diri dikarenakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Fadoro Fulölö hingga kini belum di realisasikan, ungkap Ketua BPD Desa Fadoro Fulölö, Anötöna Harefa, kepada RRI.
Anötöna menerangkan, Informasi terkait pembentukan Panitia Pilkades PAW tidak di ketahui dan ia menyatakan belum di beritahukan kepada Ketua BPD Desa Fadoro Fulölö.
“Pembentukan Panitia PilKades PAW yang di lakukan Wakil Ketua BPD di Desa Fadoro Fulölö tidak sesuai prosedur yang berlaku dan pihaknya meminta agar Pemerintah Kabupaten Nias Utara, segera menyikapi masalah tersebut agar tidak menjadi dilemma di tengah-tengah masyarakat” Ujar, Harefa, Rabu (26/10/2016).
Harefa Menyesali perlakuan Wakil Ketua BPD Fadoro Fulölö yang berinisial AH, yang memalsukan Stempel BPD Desa Fadoro Fulölö untuk keperluan pembuatan SK Pembentukan Panitia Pilkades PAW, yang seharusnya pemegang Stempel tersebut adalah Ketua BPD Desa Fadoro Fulölö.
Camat Lotu Kabupaten Nias Utara, Bazatulö Zalukhu S.Pd, juga sebagai Pj. Kepala Desa Fadoro Fulölö, membenarkan bahwa, Panitia Pilkades PAW di Desa Fadoro Fulölö Kecamatan Lotu, telah di bentuk berdasarkan hasil Kesepakatan antar DPRD Kabupaten Nias Utara bersama PJ. kepala Desa Anggota BPD Desa Fadoro Fulölö.
“Pertemuan yang di laksanakan di Aula DPRD Kabupaten Nias Utara tidak melalui undangan resmi, tetapi Pihak BPM menghubungi melalui Telfon seluler bahwa ada Pertemuan antara Komisi A DPRD Kabupaten Nias Utara bersama Pj.Kepala desa dan BPD Fadoro FFulölö, untuk Pembentukan Panitia Pilkades PAW, sehingga pada kenyataannya hanya dua orang BPD yang hadir. Terang, Bazatulö.
Kepala Bidang Pemerintah Desa (Pemdes) Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM ) Kabupaten Nias Utara, Faigilala Gea, menjelaskan,sesuai hasil pertemuan antara DPRD, BPM dan BPD Desa Fadoro Fulölö bahwa untuk memperlancar Pemilihan Kepala Desa di Desa Fadoro Fulölö, maka Perlu Pembentukan Panitia PAW Pilkades dan telah di Bentuk Oleh pihak BPD Desa Fadoro Fulölö.
Faigilala mengungkapkan, Pembentukan PAW Panitia Pilkades di Desa Fadoro Fulölö merupakan tanggungjawab Wakil Ketua BPD Desa Fadoro Fulölö Kecamatan Lotu . (KBRN/MUNIELI HAREFA)
_____
Editor : Safrizal
Siarlingkungan.Com // Gunungsitoli - Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Gunungsitoli masing-masing berinisial SM alias Ama Sanzio dan JPPT alias Juang, yang ditangkap Maret 2016 lalu karena memiliki sabu-sabu, hanya dituntut dua tahun penjara.
| Oknum ASN yang ditangkap Maret 2016 lalu karena memiliki sabu-sabu/ilustrasi |
Dalam sidang Pembacaan Tuntutan di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Senin(24/10/16), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsitoli, Rifqy Leksono, SH, menuntut hukuman dua tahun penjara kepada kedua ASN tersebut berdasarkan Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009.
Sebagai informasi, pada sidang sebelumnya, keduanya didakwa melanggar Pasal 112 Ayat (1) dan (2) dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun dan (alternatif) Pasal 127 Ayat (1) huruf a dengan ancaman pidana penjara maksimal empat tahun.
Selanjutnya dalam persidangan Rifqi menguraikan, hal yang menjadi pertimbangan pihaknya menuntut kedua ASN itu, yakni kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah tentang pemberantasan narkoba, tidak mengakui perbuatannya, terdakwa memberi keterangan yang berbelit-belit dalam persidangan.
Atas tuntutan itu, kedua ASN melalui kuasa hukumnya mengatakan kepada Majelis Hakim akan menyampaikan keberatan secara tertulis dalam Nota Pembelaan (Pledoi) minggu depan.
Kasus ini bermula pada bulan Maret 2016 silam dimana kedua ASN yang masing-masing bekerja di Dinas Kesehatan dan Badan Kepegawaian Daerah ini ditangkap di dalam sebuah rumah yang terletak Jl Diponegoro No 527 Gunungsitoli oleh Sat Res Narkoba Polres Nias.
Dari kedua terdakwa didapatkan selembar plastik berisi butiran kristal diduga narkotika jenis Sabu seberat 0,2 gram, sebuah bong berisikan dua buah pipet dan cairan bening sebanyak 0,25 mili liter, dua buah mancis, serta dua buah kaca pirex. (Analisa/Lase)
_____
Editor : Enimawani
Siti Fadilah Supari merasa dikriminalisasi.
Siarlingkungan.com // JAKARTA - Usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan 1 untuk kebutuhan Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan dari dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Revisi APBN Pusat Penanggulangan Krisis, Sekretariat Jenderal Departemen Ksesehatan RI Tahun Anggaran (TA) 2007, mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (24/10/16)
![]() |
| Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengenakan rompi tahanan usai diperiksa penyidik di Gedung KPK/Foto: Poskota |
KPK melakukan upaya hukum penahanan terhadap tersangka SFS (Menteri Kesehatan periode 2004-2009) untuk 20 hari ke depan, terhitung mulai hari ini (Senin). Penahanan Siti dilakukan untuk kepentingan penyidikan. Siti ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas II Pondok Bambu, Jakarta Timur. "
Kasus Siti merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya yang menyeret mantan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan (Depkes) Rustam Syarifuddin Pakaya ke persidangan. Dalam kasus ini, KPK menetapkan Siti sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Sprin.Dik-12A/01/05/2015 tanggal 15 Mei 2015.
Rustam sendiri telah diputus bersalah pada 2012. Berdasarkan putusan Nomor: 42/PID.B/2012/PN.Jkt.Pst tanggal 27 November 2012, Rustam divonis empat tahun penjara dan denda Rp250 juta subsidair enam bulan kurungan. Rustam juga dihukum membayar uang pengganti sejumlah Rp2,57 miliar.
Menteri Kesehatan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini disebut turut menerima Mandiri Travellers Cheque (MTC) senilai Rp1,275 miliar dalam proses pengadaan alat kesehatan untuk kebutuhan Pusat Penanggulangan Krisis Depkes. Sesuai fakta dalam persidangan dan dijadikan pertimbangan dalam putusan Rustam, terungkap adanya keterlibatan Siti.
MTC itu diduga sebagai imbalan dari pihak PT Graha Ismaya. Sebab, PT Graha Ismaya telah menerima pembayaran Rp33,515 miliar untuk pembelian alat kesehatan dari Indofarma Global Medika selaku pemenang lelang pengadaan alat kesehatan 1 untuk kebutuhan Pusat Penanggulangan Krisis Depkes TA 2007.
Istri Direktur Utama PT Graha Ismaya Masrizal AS, Sri Wahyuningsih disebut memerintahkan pembelian MTC senilai Rp5 miliar. Kemudian, Masrizal AS memberikan MTC senilai Rp4,790 miliar kepada Rustam. Sebagian MTC, yakni Rp2,470 miliar digunakan Rustam untuk membayar sebagian dari harga pembelian rumah di Menteng.
Selain itu, Rustam juga memberikan MTC tersebut kepada Siti Fadilah Supari sejumlah Rp1,275 miliar, Els Mangundap Rp850 juta, Syafii Ahmad Rp25 juta, Amir Syarifuddin Ishak Rp100 juta, Gunadi Soekemi, Mediana Hutama senilai Rp100 juta, dan Tan Suhartono Rp150 juta.
Dengan adanya fakta-fakta ini, Siti diduga turut menerima pemberian MTC dari PT Graha Ismaya. KPK menyangkakan Siti dengan Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 ayat (2) jo Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 11 UU No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Sementara itu, atas penahanannya, Siti merasa dikriminalisasi dan telah diperlakukan tidak adil. Ia meminta Presiden Joko Widodo agar menegakan hukum dengan adil.
"Tolong diperhatikan, banyak kasus yang berat-berat malah dibiarkan. Sedangkan, saya yang sebetulnya tidak bersalah, harus ditahan," ujar siti.
Siti menampik tuduhan yang menyebutkan dirinya telah menerima MTC senilai Rp1,275 miliar. Bahkan, ia mempertanyakan, jika ada pihak yang dituduh menerima, mengapa tidak ada tersangka dari pihak pemberi.
"Ini betul-betul kriminalisasi. Padahal, saya tidak menerima. Tidak ada yang disebut sebagai pemberi dan tidak ada bukti saya menerima. Kalau saya menerima, siapa yang memberi, kapan, dan sebagainya? Saya merasa dikriminalisasi. Ini tidak adil," tuturnya sambil berjalan memasuki mobil tahanan KPK.
Selaku Menteri Kesehatan, Siti diduga menyalahgunakan kewenangannya dengan mengarahkan penunjukan langsung agar pengadaan tersebut dikerjakan oleh PT Prasasti Mitra yang dahulu dipimpin Bambang Rudjianto Tanoesudibjo.
Sebagaimana diketahui, selain menjadi tersangka dalam kasus ini, pada 2014, Siti juga ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus pengadaan alat kesehatan flu burung di Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik, Departemen Kesehatan tahun anggaran 2006.
Editor : Ferlin
Siarlingkungan.com // Nias - Bagi masyarakat Nias, Ya'ahowu bukan lah kata yang asing ataupun baru, Sesama orang Nias kalau bertemu diawali dengan ucapan Ya’ahowu. Memang harus demikian. Ya’ahowu adalah salam dalam bahasa daerah Nias. Dibenak saudara, apakah pengucap atau pemakai salam Ya’ahowu pernah berpikir arti dan makna Ya’ahowu secara bentuk kata (morfologi) ? Karena kata Ya’ahowu sesuatu yang lumrah dan biasa diucapkan oleh masyarakat Nias, lalu untuk apa berpikir sejauh itu, bagi awam merupakan hal yang wajar, tetapi bagi kaum intelektual tidak demikian karena sifat intelektual selalu mencari tahu dan mendapatkan tau akan sesuatu. Untuk itu melalui tulisan ini, penulis menyajikan kepada pembaca uraian kata Ya'ahowu ditinjau dari segi ilmu bahasa pada umumnya dan dari segi morfologi pada khususnya.
![]() |
| Ya'ahowu Ono Niha |
Kata Ya’ahowu telah membudaya dan telah turun-temurun digunakan sebagai kata salam. Masyarakat Nias meyakini bahwa kata Ya'ahowu mengandung arti yang baik, Ya'ahowu berarti ter(di)berkati.
Kata Ya'ahowu selalu mengawali dan mengakhiri suatu pembicaraan, baik diacara formal maupun non formal. Kata Ya'ahowu merupakan kata sapaan khas bagi masyakat Nias, yang selalu mengakrabkan antara satu dengan yang lain. Dimanapun masyarakan Nias berada, kata Ya'ahowu selalu melekat pada pribadi mereka, hal ini merupakan ciri dari masyarakat Nias.
Vokal 'a' pada kata ahowu banyak yang berpendapat bahwa vokal ‘a’ pada kata ahowu adalah awalan yang berfungsi menyatakan sifat dari kata yang diawalinya. dimana, apabila howu duduk sebagai kata benda maka ahowu duduk sebagai kata sifat. Sehingga ahowu artinya mempunyai sifat seperti howu yang artinya sesuatu yang terus segar, bertumbuh atau sesuatu yang terus segar berkembang.
Berdasarkan cerita orang tua dulu, Ya'ahowu terdiri dari 2 suku kata yaitu ya dan howu. Sedangkan vokal 'a' pada kata ahowu adalah penghubung kata. Perlu diketahui bahwa ada beberapa bahasa Nias tidak ada terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia. Sehingga hasil terjemahan yang digunakan adalah kata yang pengertiannya atau maksudnya searah.
Jadi Kata ‘ya’ adalah awalan yang berfungsi menyatakan bentuk optatif pada kata ahowu. Kata "ya" artinya ia, setuju, [di]berikan. Contoh penggunaan kata "ya" adalah "ya tefahowu'õ ndra'ugõ" artinya semoga engkau diberkati. Contoh kedua: "ya fao khõu Zo'aya" artinya semoga Tuhan bersamamu. Kata optatif berasal dari bahasa Latin yaitu optare artinya harapan atau keinginan, mengingini. Optatif dapat diterjemahkan dengan moga-moga atau sudi apalah kiranya. kemudian, Kata "howu" diartikan sebagai "howu-howu yang artinya Berkat. Sehingga makna kata Ya’ahowu berarti diberkati atau terberkati atau berbahagia.
Bentuk optatif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris tidak ditemukan, tetapi bentuk optatif ini dapat ditemukan pada bentuk kata kerja dalam bahasa Yunani. Memang dalam bahasa Yunani bentuk optatif hanya dipakai pada kata kerja, tetapi dalam bahasa daerah Nias, selain pada kata kerja dipakai pula pada kata sifat. Contoh: [ya’i’a ia mao] artinya semoga kucing memakannya. Untuk kata sifat [Ya’atulö ndra’ugö mane marafadi] artinya semoga anda tulus seperti merpati.
Penggunaan maupun makna dari kata Ya'ahowu tersebut. “Yaahowu dijawab dengan Ya'ahowu”. Misalkan, saya mengucapkan “Ya'ahowu” kepada Anda, maka Anda menjawab saya dengan “Ya'ahowu”, beginilah kata Ya'ahowu ini digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukan bahwa masing-masing yang mengucapkan Ya'ahowu tersebut mengharapkan berkat terjadi kepada kehidupan satu sama lain.
Lalu bagaimana dengan kata fahowu’õ yang dapat diterjemahkan “berkatilah” ? Kata fahowu’ö merupakan bentuk kata kerja dari kata howu, namun dengan pemahaman memberi sesuatu yang adi kodrati, yang membuat si penerima berbahagia dan terus bertumbuh atau berkembang.
Kata Ya’ahowu tidak terkandung pengertian ‘Engkau’. Jadi Ya’ahowu berarti diberkati, terberkati atau berbahagia.
Penulis berpendapat bahwa kata Ya’ahowu dalam terjemahan bebas bahasa Indonesia berarti semoga diberkati. Dari arti Ya’ahowu tersebut terkandung makna memperhatikan kebahagiaan orang lain dan diharapkan diberkati oleh Yang Lebih Kuasa. Dengan kata lain Ya’ahowu menampilkan sikap perhatian, tanggungjawab, rasa hormat dan pengetahuan. Jika seseorang bersikap demikian, berarti orang tersebut memperhatikan perkembangan dan kebahagiaan orang lain, tidak hanya menonton, tanggap dan bertanggungjawab akan kebutuhan orang lain termasuk yang tidak terungkap, serta menghormatinya sebagai sesama manusia sebagaimana adanya. Jadi makna yang terkandung dalam “Ya’ahowu” tidak lain adalah persaudaraan (dalam damai) yang sungguh dibutuhkan sebagai wahana kebersamaan dalam pembangunan untuk pengembangan hidup bersama.
_____
Penulis : Ferlianus Gulö
kode-kode HTML untuk menambahkan karakter-karakter khusus pada halaman website atau blog yang harus digunakan untuk menghasilkan kode HTML yang baik dan benar. Sebagai contoh, ketika anda ingin menambahkan menu "Tips dan Trik" dan berubah menjadi "Tips & Trik" maka anda harus menambahkan "Tips & Trik" pada pengeditan HTML.
Berikut daftar lengkap kode-kode html untuk karakter/simbol:
Berikut daftar lengkap kode-kode html untuk karakter/simbol:
| Kode Nomor HTML | Kode Nama HTML | Karakter/Simbol | Deskripsi |
| Ã | Ã | Ã | |
| Ä | Ä | Ä | |
| Å | Å | Å | |
| Æ | Æ | Æ | |
| Ç | Ç | Ç | |
| È | È | È | |
| É | É | É | |
| Ê | Ê | Ê | |
| Ë | Ë | Ë | |
| Ì | Ì | Ì | |
| Í | Í | Í | |
| Î | Î | Î | |
| Ï | Ï | Ï | |
| Ð | Ð | Ð | |
| Ñ | Ñ | Ñ | |
| Ò | Ò | Ò | |
| Ó | Ó | Ó | |
| Ô | Ô | Ô | |
| Õ | Õ | Õ | |
| Ö | Ö | Ö | |
| × | × | × | Simbol perkalian |
| Ø | Ø | Ø | |
| Ù | Ù | Ù | |
| Ú | Ú | Ú | |
| Û | Û | Û | |
| Ü | Ü | Ü | |
| Ý | Ý | Ý | |
| Þ | Þ | Þ | |
| ß | ß | ß | |
| à | à | à | |
| á | á | á | |
| â | â | â | |
| ã | ã | ã | |
| ä | ä | ä | |
| å | å | å | |
| æ | æ | æ | |
| ç | ç | ç | |
| è | è | è | |
| é | é | é | |
| ê | ê | ê | |
| ë | ë | ë | |
| ì | ì | ì | |
| í | í | í | |
| î | î | î | |
| ï | ï | ï | |
| ð | ð | ð | |
| ñ | ñ | ñ | |
| ò | ò | ò | |
| ó | ó | ó | |
| ô | ô | ô | |
| õ | õ | õ | |
| ö | ö | ö | |
| ÷ | ÷ | ÷ | Simbol pembagian |
| ø | ø | ø | |
| ù | ù | ù | |
| ú | ú | ú | |
| û | û | û | |
| ü | ü | ü | |
| ý | ý | ý | |
| þ | þ | þ | |
| ÿ | ÿ | ÿ | |
| Œ | Œ | Œ | |
| œ | œ | œ | |
| Š | Š | Š | |
| š | š | š | |
| Ÿ | Ÿ | Ÿ | |
| ƒ | ƒ | ƒ | |
| ˆ | ˆ | ˆ | |
| ˜ | ˜ | ˜ | |
| Α | Α | Α | Alpha |
| Β | Β | Β | Beta |
| Γ | Γ | Γ | Gamma |
| Δ | Δ | Δ | Delta |
| Ε | Ε | Ε | Epsilon |
| Ζ | Ζ | Ζ | Zeta |
| Η | Η | Η | Eta |
| Θ | Θ | Θ | Theta |
| Ι | Ι | Ι | Iota |
| Κ | Κ | Κ | Kappa |
| Λ | Λ | Λ | Lambda |
| Μ | Μ | Μ | Mu |
| Ν | Ν | Ν | Nu |
| Ξ | Ξ | Ξ | Xi |
| Ο | Ο | Ο | Omicron |
| Π | Π | Π | Pi |
| Ρ | Ρ | Ρ | Rho |
| Σ | Σ | Σ | Sigma |
| Τ | Τ | Τ | Tau |
| Υ | Υ | Υ | Upsilon |
| Φ | Φ | Φ | Phi |
| Χ | Χ | Χ | Chi |
| Ψ | Ψ | Ψ | Psi |
| Ω | Ω | Ω | Omega |
| α | α | α | alpha |
| β | β | β | beta |
| γ | γ | γ | gamma |
| δ | δ | δ | delta |
| ε | ε | ε | epsilon |
| ζ | ζ | ζ | zeta |
| η | η | η | eta |
| θ | θ | θ | theta |
| ι | ι | ι | iota |
| κ | κ | κ | kappa |
| λ | λ | λ | lambda |
| μ | μ | μ | mu |
| ν | ν | ν | nu |
| ξ | ξ | ξ | xi |
| ο | ο | ο | omicron |
| π | π | π | pi |
| ρ | ρ | ρ | rho |
| ς | ς | ς | sigmaf |
| σ | σ | σ | sigma |
| τ | τ | τ | tau |
| υ | υ | υ | upsilon |
| φ | φ | φ | phi |
| χ | χ | χ | chi |
| ψ | ψ | ψ | psi |
| ω | ω | ω | omega |
| ϑ | ϑ | ϑ | Simbol theta |
| ϒ | ϒ | ϒ | Simbol upsilon |
| ϖ | ϖ | ϖ | Simbol pi |
|   |   | Spasi en | |
|   |   | Spasi em | |
|   |   | Spasi tipis | |
| ‌ | ‌ | | Zero width non-joiner |
| ‍ | ‍ | | Zero width joiner |
| ‎ | ‎ | | Tanda kiri ke kanan |
| ‏ | ‏ | | Tanda kanan ke kiri |
| – | – | – | Garis en |
| — | — | — | Garis em |
| ‘ | ‘ | ‘ | Kutip kiri tunggal |
| ’ | ’ | ’ | Kutip kanan tunggal |
| ‚ | ‚ | ‚ | Kutip rendah tunggal |
| “ | “ | “ | Kutip kiri ganda |
| ” | ” | ” | Kutip kanan ganda |
| „ | „ | „ | Kutip rendah ganda |
| † | † | † | Salib |
| ‡ | ‡ | ‡ | Salib ganda |
| • | • | • | Peluru |
| … | … | … | Ellipsis horisontal |
| ‰ | ‰ | ‰ | Per mil |
| ′ | ′ | ′ | Menit |
| ″ | ″ | ″ | Detik |
| ‹ | ‹ | ‹ | Panah kiri tunggal |
| › | › | › | Panah kanan tunggal |
| ‾ | ‾ | ‾ | Garis atas |
| € | € | € | Simbol Euro |
| ™ | ™ | ™ | Merek dagang |
| ← | ← | ← | Panah kiri |
| ↑ | ↑ | ↑ | Panah atas |
| → | → | → | Panah kanan |
| ↓ | ↓ | ↓ | Panah bawah |
| ↔ | ↔ | ↔ | Panah kiri kanan |
| ↵ | ↵ | ↵ | Simbol Enter/Carriage return |
| ∀ | ∀ | ∀ | |
| ∂ | ∂ | ∂ | |
| ∃ | ∃ | ∃ | |
| ∅ | ∅ | ∅ | |
| ∇ | ∇ | ∇ | |
| ∈ | ∈ | ∈ | |
| ∉ | ∉ | ∉ | |
| ∋ | ∋ | ∋ | |
| ∏ | ∏ | ∏ | |
| ∑ | ∑ | ∑ | |
| − | − | − | |
| ∗ | ∗ | ∗ | |
| √ | √ | √ | |
| ∝ | ∝ | ∝ | |
| ∞ | ∞ | ∞ | |
| ∠ | ∠ | ∠ | |
| ∧ | ∧ | ∧ | |
| ∨ | ∨ | ∨ | |
| ∩ | ∩ | ∩ | |
| ∪ | ∪ | ∪ | |
| ∫ | ∫ | ∫ | |
| ∴ | ∴ | ∴ | |
| ∼ | ∼ | ∼ | |
| ≅ | ≅ | ≅ | |
| ≈ | ≈ | ≈ | |
| ≠ | ≠ | ≠ | |
| ≡ | ≡ | ≡ | |
| ≤ | ≤ | ≤ | |
| ≥ | ≥ | ≥ | |
| ⊂ | ⊂ | ⊂ | |
| ⊃ | ⊃ | ⊃ | |
| ⊄ | ⊄ | ⊄ | |
| ⊆ | ⊆ | ⊆ | |
| ⊇ | ⊇ | ⊇ | |
| ⊕ | ⊕ | ⊕ | |
| ⊗ | ⊗ | ⊗ | |
| ⊥ | ⊥ | ⊥ | |
| ⋅ | ⋅ | ⋅ | |
| ⌈ | ⌈ | ⌈ | |
| ⌉ | ⌉ | ⌉ | |
| ⌊ | ⌊ | ⌊ | |
| ⌋ | ⌋ | ⌋ | |
| ◊ | ◊ | ◊ | |
| ♠ | ♠ | ♠ | |
| ♣ | ♣ | ♣ | |
| ♥ | ♥ | ♥ | |
| ♦ | ♦ | ♦ |



