Siarlingkungan.com // Muara Sabak, Jambi - Dua dari empat orang pelaku perampokan yang beraksi pada 28 Agustus 2015 lalu di Kecamatan Geragai, berhasil ditangkap Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Keduanya adalah Taming alias Aming, dan Syamsudin alias Acok.
Kasubag Humas Polres Tanjabtim, AKP Rodin Manalu, saat dikonfirmasi mengatakan, kedua pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan. Selain berusaha melawan dan melarikan diri, pelaku juga memiliki senjata api (senpi) rakitan.
"Kedua pelaku berhasil diamankan dari kediaman masing-masing," ujar Manalu, Rabu (9/9).
Sebagaimana yang dilansir oleh Metrojambi, Dari penagkapan kedua pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX hasil curian, sepucuk senpi rakitan jenis Revolver 5 silinder, serta 1 butir peluru bertuliskan PSD 8 4 warna kuning.
"Tersangka dan barang bukti telah di amankan di Polres Tanjabtim," pungkasnya. (Nanang Suratno)
Kasubag Humas Polres Tanjabtim, AKP Rodin Manalu, saat dikonfirmasi mengatakan, kedua pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan. Selain berusaha melawan dan melarikan diri, pelaku juga memiliki senjata api (senpi) rakitan.
"Kedua pelaku berhasil diamankan dari kediaman masing-masing," ujar Manalu, Rabu (9/9).
Sebagaimana yang dilansir oleh Metrojambi, Dari penagkapan kedua pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX hasil curian, sepucuk senpi rakitan jenis Revolver 5 silinder, serta 1 butir peluru bertuliskan PSD 8 4 warna kuning.
"Tersangka dan barang bukti telah di amankan di Polres Tanjabtim," pungkasnya. (Nanang Suratno)
_____
Editor:eni
Editor:eni
Siarlingkungan.com // KEFAMENANU, NTT - Tiga orang warga Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditangkap aparat kepolisian Sektor Biboki Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Mereka kedapatan bermain judi bola guling saat berada di rumah duka salah seorang warga Kampung Aibanoan, Kelurahan Boronubaen, Kecamatan Biboki Utara.
Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor TTU, Iptu Petrus Liu, Rabu (9/9/2015) pagi, mengatakan, tiga orang yang ditangkap tersebut yakni Marselinus Gomes (warga Motamaro, Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk), Fridus Mau (warga Seo, Desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat), dan Andreas Kehi (warga Halimea, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat).
“Tadi malam di tempat orang meninggal di Kampung Aibanoan, Kelurahan Boronubaen, ada laporan dari masyarakat bahwa ada perjudian. Kepala Kepolisian Sektor Biboki Utara Ipda Anselmus Pera, bersama tiga anggotanya langsung turun ke tempat kejadian perkara, dan melakukan penggerebekan. Mereka menangkap tiga pelaku yang berperan sebagai bandar bola guling,” kata Petrus.
Saat digerebek, banyak warga yang ikut bermain judi. Namun mereka berhasil melarikan diri. Sementara, tiga bandar judi bola guling tersebut tidak bisa kabur. Polisi kemudian menyita sejumlah barang bukti, yakni tiga set meja; enam lembar layar pasang; water pas tiga buah; alas meja 12 set, tiga tas, tikar daun satu lembar; tikar karet satu lembar dan karung plastik satu 1 pasang, bola sebanyak 12 buah, kabel lampu dan balon lampu, serta uang masing-masing Rp 53.000 (milik Marselinus Gomes) Rp 1.277.000 (milik Fridus Mau), dan Rp 2.442.000 (milik Andreas Kehi).
“Saat ini para tersangka dan barang bukti sudah diamankan di markas Kepolisian Sek Biboki Utara, untuk diperiksa secara intensif. Ketiganya bakal dikenakan Pasal 303 tentang perjudian dengan ancaman hukumannya maksimal empat tahun,” kata dia. (Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere).
_____
Editor : Eni
Sumber : Kompas
Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor TTU, Iptu Petrus Liu, Rabu (9/9/2015) pagi, mengatakan, tiga orang yang ditangkap tersebut yakni Marselinus Gomes (warga Motamaro, Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk), Fridus Mau (warga Seo, Desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat), dan Andreas Kehi (warga Halimea, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat).
“Tadi malam di tempat orang meninggal di Kampung Aibanoan, Kelurahan Boronubaen, ada laporan dari masyarakat bahwa ada perjudian. Kepala Kepolisian Sektor Biboki Utara Ipda Anselmus Pera, bersama tiga anggotanya langsung turun ke tempat kejadian perkara, dan melakukan penggerebekan. Mereka menangkap tiga pelaku yang berperan sebagai bandar bola guling,” kata Petrus.
Saat digerebek, banyak warga yang ikut bermain judi. Namun mereka berhasil melarikan diri. Sementara, tiga bandar judi bola guling tersebut tidak bisa kabur. Polisi kemudian menyita sejumlah barang bukti, yakni tiga set meja; enam lembar layar pasang; water pas tiga buah; alas meja 12 set, tiga tas, tikar daun satu lembar; tikar karet satu lembar dan karung plastik satu 1 pasang, bola sebanyak 12 buah, kabel lampu dan balon lampu, serta uang masing-masing Rp 53.000 (milik Marselinus Gomes) Rp 1.277.000 (milik Fridus Mau), dan Rp 2.442.000 (milik Andreas Kehi).
“Saat ini para tersangka dan barang bukti sudah diamankan di markas Kepolisian Sek Biboki Utara, untuk diperiksa secara intensif. Ketiganya bakal dikenakan Pasal 303 tentang perjudian dengan ancaman hukumannya maksimal empat tahun,” kata dia. (Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere).
_____
Editor : Eni
Sumber : Kompas
Sukabumi [Siarlingkungan] - Gempa yang berpusat di Garut, Jawa Barat, dengan kekuatan 5,6 Skala Richter juga dirasakan sebagian warga Sukabumi karena getarannya cukup kencang walaupun hanya beberapa detik.
"Astagfirullah gempa bumi," kata Yuyun Yuningsih warga Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi sambil berlari keluar rumah, Sabtu (5/9/2015)
Selain di daerah itu, gempa juga dirasakan warga Kota Sukabumi yang tinggal di Kecamatan Gunungpuyuh, Berani Nokiyansah yang mengaku panik saat gempa terjadi. Bahkan, seluruh penghuni rumah berhamburan keluar khawatir terjadi gempa susulan.
"Memang beberapa detik tapi kencang banget getarannya, ternyata tidak saya saja, keluarga dan tetangga pun merasakan gempa itu," kata Nokiyansah.
Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa yang berkekuatan 5,6 SR itu terjadi pada pukul 03.08 WIB dengan pusat gempa 109 km Barat Daya Garut di kedalaman episentrum gempa 10 km.
Hingga saat berita ini diturunkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik Kota maupun Kabupaten Sukabumi belum menerima adanya laporan terkait gempa Garut tersebut. (Ant/Ali/Nda)
Editor : Kelvin
Sumber : Liputan6
"Astagfirullah gempa bumi," kata Yuyun Yuningsih warga Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi sambil berlari keluar rumah, Sabtu (5/9/2015)
Selain di daerah itu, gempa juga dirasakan warga Kota Sukabumi yang tinggal di Kecamatan Gunungpuyuh, Berani Nokiyansah yang mengaku panik saat gempa terjadi. Bahkan, seluruh penghuni rumah berhamburan keluar khawatir terjadi gempa susulan.
"Memang beberapa detik tapi kencang banget getarannya, ternyata tidak saya saja, keluarga dan tetangga pun merasakan gempa itu," kata Nokiyansah.
Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa yang berkekuatan 5,6 SR itu terjadi pada pukul 03.08 WIB dengan pusat gempa 109 km Barat Daya Garut di kedalaman episentrum gempa 10 km.
Hingga saat berita ini diturunkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik Kota maupun Kabupaten Sukabumi belum menerima adanya laporan terkait gempa Garut tersebut. (Ant/Ali/Nda)
Editor : Kelvin
Sumber : Liputan6
Siarlingkungan.com // Selatpanjang, Riau - 6 Hektar lahan kebun sagu milik masyarakat Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti, Riau, terbakar. Api diduga telah membakar lahan kebun itu sejak, Sabtu (29/8/2015) lalu.
Hal itu disampaikan Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, melalui Kapolsek Tebingtinggi Barat Ipda Asril SSos, Senin (31/8/2015). Kata Asril, lokasi terbakar itu di Dusun Tanjungkatung Desa Tanjung Darul Takzim, Tebingtinggi Barat.
Dari 6 Ha itu, ada 4 pemilik kebun yang terbakar, diantaranya Amirudin dengan lahan yang terbakar lebih kurang 2 Ha. Masturo lahan yang tebakar lebih kurang 2 Ha, H Muklis lahan yang tebakar lebih kurang 1 ha, dan Mahmudin lahan yang terbakar lebih kurang 1 ha.
"Lahan kebun masyarakat yang berisi tanaman rumbia (sagu) diduga telah dua hari terbakar," kata Kapolsek Tebingtinggi Barat itu.
Sejauh ini asal api belum dapat diketahui. Di lapangan, kata Asril lagi, masyarakat dan masing-masing pemilik kebun masih melakukan pemadaman. Sebagian lagi, mencegah agar supaya api tidak merambat dan makin meluas. Pemadaman itu dilakukan dengan menggunakan peratan mesin robin sebayak 5 unit.
"Tadi kami melokalisir lokasi lahan bekas terbakar. Kita juga menghimbau kepada masyarakat agar menjaga kebun masing-masing," ujar Asril.
Adapun kendala saat pemadaman kata Asril antara lain, jauhnya menuju lokasi yang sedang terbakar dengan menggunakan pompong karena harus mengikuti air pasang surut. Jauhnya lokasi dari akses jalan, serta tidak ada sumber air di lokasi lahan yang terbakar.
"Sampai saat ini api sdh dapat dipadamkan namun masih mengeluarkan asap tebal," katanya pula.(zal).
_____
Editor : Kelvin
Sumber : goriau
Hal itu disampaikan Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, melalui Kapolsek Tebingtinggi Barat Ipda Asril SSos, Senin (31/8/2015). Kata Asril, lokasi terbakar itu di Dusun Tanjungkatung Desa Tanjung Darul Takzim, Tebingtinggi Barat.
Dari 6 Ha itu, ada 4 pemilik kebun yang terbakar, diantaranya Amirudin dengan lahan yang terbakar lebih kurang 2 Ha. Masturo lahan yang tebakar lebih kurang 2 Ha, H Muklis lahan yang tebakar lebih kurang 1 ha, dan Mahmudin lahan yang terbakar lebih kurang 1 ha.
"Lahan kebun masyarakat yang berisi tanaman rumbia (sagu) diduga telah dua hari terbakar," kata Kapolsek Tebingtinggi Barat itu.
Sejauh ini asal api belum dapat diketahui. Di lapangan, kata Asril lagi, masyarakat dan masing-masing pemilik kebun masih melakukan pemadaman. Sebagian lagi, mencegah agar supaya api tidak merambat dan makin meluas. Pemadaman itu dilakukan dengan menggunakan peratan mesin robin sebayak 5 unit.
"Tadi kami melokalisir lokasi lahan bekas terbakar. Kita juga menghimbau kepada masyarakat agar menjaga kebun masing-masing," ujar Asril.
Adapun kendala saat pemadaman kata Asril antara lain, jauhnya menuju lokasi yang sedang terbakar dengan menggunakan pompong karena harus mengikuti air pasang surut. Jauhnya lokasi dari akses jalan, serta tidak ada sumber air di lokasi lahan yang terbakar.
"Sampai saat ini api sdh dapat dipadamkan namun masih mengeluarkan asap tebal," katanya pula.(zal).
_____
Editor : Kelvin
Sumber : goriau
Lampung [Siarlingkungan] - Empat pelaku pencurian dengan kekerasan yang menewaskan anggota Brimob Polda Lampung Bharada Jefri Saputra, berhasil dibekuk kepolisian, Minggu dinihari, 30 Agustus 2015.
Warga Kecamatan Jabung, Lampung Timur ini diamankan bersama barang bukti satu unit motor merek Yamaha Vixion milik anggota brimob yang tewas.
Para pelaku yakni, Romadon, Sudir, Agus dan Wansahril ditangkap atas kerja sama Polda Lampung dan Polsek Jabung dan dipimpin oleh Kasubdit III Direktorat Reskrimum Polda Lampung AKBP Ruliyandi serta Kanit Jatanras Kompol Heru.
"Semua pelaku berasal dari Jabung. Barang bukti milik korban motor Yamaha Vixion sudah diamankan," kata salah seorang anggota Polda Lampung saat dihubungi.
Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih mengaku belum menerima laporan soal penangkapan itu. "Saya belum terima laporan. Nanti kalau sudah ada laporannya saya kabarin," singkatnya.
Bharada Jefri Saputra tewas di tangan kawanan begal usai mengambil uang di ATM di Jalan Teuku Umar, Kedaton, Bandarlampung, Kamis malam, 27 Agustus 2015. Ia tewas di tempat kejadian setelah terkena tembakan sebanyak dua kali di dada sebelah kirinya. (Bayu Sulistyono/Lampung).
_____
Sumber : Viva
Sumber : Viva
Siarlingkungan.com // DURI, RIAU - Dinilai sudah meresahkan, mesin judi Jackpot atau Dingdong kembali ditertibkan jajaran Opsnal Polsek Mandau, Rabu (27/8/15) sekira pukul 17.00 WIB.Kali ini, barang bukti 3 unit mesin, koin, uang tunai dan pemiliknya berinisial BY (39) berhasil diamankan disalah satu warung di Jalan Kayangan, Gang Danau, Kelurahan Babussalam, Kecamatan Mandau, Bengkalis.
Hal tersebut dibenarkan Kapolsek Mandau, Kompol Hidayat Thayeb saat dikonfirmasi riauterkini.com, Jum'at (28/8/15). Dalam penggerebekan tersebut, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti perjudian 303 diantaranya 3 unit mesin Jackpot Dingdong, 370 keping koin yang terletak didalam sebuah toples, 7 keping koin dari saksi pemain dan uang hasil penjualan berjumlah Rp 60 ribu.
" Awalnya kita menerima informasi dari masyarakat yang telah resah akan aksi judi mesin ini, setelah kita lakukan penyelidikan, ternyata benar dan langsung kita amankan," jelas Kapolsek.
Dikatakan Kapolsek, dalam memberantas penyakit masyarakat ini, pihaknya tidak pandang bulu siapa beking yang ada dibelakangnya. Siapa saja yang melakukan tindak pidana, ya kita sikat," tegasnya.***(hen).
_____
Editor : Kelvin
Sumber : riauterkini
Hal tersebut dibenarkan Kapolsek Mandau, Kompol Hidayat Thayeb saat dikonfirmasi riauterkini.com, Jum'at (28/8/15). Dalam penggerebekan tersebut, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti perjudian 303 diantaranya 3 unit mesin Jackpot Dingdong, 370 keping koin yang terletak didalam sebuah toples, 7 keping koin dari saksi pemain dan uang hasil penjualan berjumlah Rp 60 ribu.
" Awalnya kita menerima informasi dari masyarakat yang telah resah akan aksi judi mesin ini, setelah kita lakukan penyelidikan, ternyata benar dan langsung kita amankan," jelas Kapolsek.
Dikatakan Kapolsek, dalam memberantas penyakit masyarakat ini, pihaknya tidak pandang bulu siapa beking yang ada dibelakangnya. Siapa saja yang melakukan tindak pidana, ya kita sikat," tegasnya.***(hen).
_____
Editor : Kelvin
Sumber : riauterkini
Siarlingkungan.com // Banyuwangi - Seorang bandar judi online yang masuk jaringan bisnis judi online besar asal Bali, berinisial EW berhasil diringkus Polres Banyuwangi.
Untuk melancarkan aksinya EW bekerjasama dengan UH, dalam sebulan omset bisnis judi yang berhasil mereka kumpulkan berjumlah Rp 100 juta lebih.
Kasus cyber crime ini akan diusut tuntas Polres Banyuwangi yang bekerjasama dengan Polda Jatim.
Kapolres Banyuwangi, AKBP Bastoni Purnama mengungkapkan, dua pelaku judi warga Kelurahan Sumberejo ini ditangkap di dua lokasi berbeda. UW diamankan di rumahnya saat menunggu nomor yang akan keluar, sementara EW diciduk polisi di gubuk kawasan Kecamatan Kalipuro.
Keduanya kini diamankan di Polres Banyuwangi berikut sejumlah barang bukti, seperti buku rekapan togel, 3 HP, slip transfer BCA, laptop, modem serta uang tunai 225 ribu.
"Bisnis judi online yang ikut dikendalikan bandar besar asal Bali ini sudah beroperasi sejak lama di Banyuwangi. Omsetnya per minggu bisa mencapai Rp 25 juta, sebulan bisa ratusan juta. Kedepan kita usut dengan unit cyber crime Polda Jatim," ungkap mantan Kapolres Tulungagung saat rilis di Mapolres Banyuwangi, Jumat (28/8/2015).
Dalam aksinya, sambung Bastoni, UH yang berperan menerima titipan dari pembeli melalui SMS lalu direkap dan disetor ke EW. Untuk pembagian hasil UH berhak menerima prosentase 30 persen dari setiap setoran. Sementara peran EW yaitu meneruskan setoran ke E yang merupakan bandar judi online besar asal Bali. Tak hanya disetor pada E, EW secara mandiri juga memasukkan setorannya ke situs judi online totojitu.
"Dari pengakuan EW tiap kali transaksi, dia dapat prosentase 35 persen dari E dan 29 persen dari online," imbuhnya.
Selain dua pelaku judi online tersebut, polisi juga mengamankan juga mengamankan tiga pelaku judi togel di wilayah Kabat dan Kalipuro. Tiga pelaku ini antara lain, B (63) warga Desa Sukojati, bertindak sebagai pengecer dengan omset harian Rp 300 ribu, S (54), warga Desa Dadapan pengecer togel beromset Rp 1,5 juta dan MS selaku pengepul yang bermukim di Perumahan Klatak B1, Kelurahan Klatak.
Sementara itu, MS dan EW mengaku mereka menggeluti bisnis judi togel ini lantaran terhimpit kebutuhan ekonomi yang melambung tinggi. Selain itu mereka yang mengaku pengangguran ini juga menyatakan jika tak miliki modal atau ketrampilan serta bakat untuk berwirausaha. Pendidikan minim disertai desakan ekonomi menjadi pelecut mereka untuk terus jalani bisnis haram tersebut.
"Saya pengangguran, ya gimana ga ada kerjaan lagi. Ga ada modal dan ga punya keterampilan, sementara perlu uang untuk biaya kebutuhan sehari hari," pungkas MS lirih.
_____
Untuk melancarkan aksinya EW bekerjasama dengan UH, dalam sebulan omset bisnis judi yang berhasil mereka kumpulkan berjumlah Rp 100 juta lebih.
Kasus cyber crime ini akan diusut tuntas Polres Banyuwangi yang bekerjasama dengan Polda Jatim.
Kapolres Banyuwangi, AKBP Bastoni Purnama mengungkapkan, dua pelaku judi warga Kelurahan Sumberejo ini ditangkap di dua lokasi berbeda. UW diamankan di rumahnya saat menunggu nomor yang akan keluar, sementara EW diciduk polisi di gubuk kawasan Kecamatan Kalipuro.
Keduanya kini diamankan di Polres Banyuwangi berikut sejumlah barang bukti, seperti buku rekapan togel, 3 HP, slip transfer BCA, laptop, modem serta uang tunai 225 ribu.
"Bisnis judi online yang ikut dikendalikan bandar besar asal Bali ini sudah beroperasi sejak lama di Banyuwangi. Omsetnya per minggu bisa mencapai Rp 25 juta, sebulan bisa ratusan juta. Kedepan kita usut dengan unit cyber crime Polda Jatim," ungkap mantan Kapolres Tulungagung saat rilis di Mapolres Banyuwangi, Jumat (28/8/2015).
Dalam aksinya, sambung Bastoni, UH yang berperan menerima titipan dari pembeli melalui SMS lalu direkap dan disetor ke EW. Untuk pembagian hasil UH berhak menerima prosentase 30 persen dari setiap setoran. Sementara peran EW yaitu meneruskan setoran ke E yang merupakan bandar judi online besar asal Bali. Tak hanya disetor pada E, EW secara mandiri juga memasukkan setorannya ke situs judi online totojitu.
"Dari pengakuan EW tiap kali transaksi, dia dapat prosentase 35 persen dari E dan 29 persen dari online," imbuhnya.
Selain dua pelaku judi online tersebut, polisi juga mengamankan juga mengamankan tiga pelaku judi togel di wilayah Kabat dan Kalipuro. Tiga pelaku ini antara lain, B (63) warga Desa Sukojati, bertindak sebagai pengecer dengan omset harian Rp 300 ribu, S (54), warga Desa Dadapan pengecer togel beromset Rp 1,5 juta dan MS selaku pengepul yang bermukim di Perumahan Klatak B1, Kelurahan Klatak.
Sementara itu, MS dan EW mengaku mereka menggeluti bisnis judi togel ini lantaran terhimpit kebutuhan ekonomi yang melambung tinggi. Selain itu mereka yang mengaku pengangguran ini juga menyatakan jika tak miliki modal atau ketrampilan serta bakat untuk berwirausaha. Pendidikan minim disertai desakan ekonomi menjadi pelecut mereka untuk terus jalani bisnis haram tersebut.
"Saya pengangguran, ya gimana ga ada kerjaan lagi. Ga ada modal dan ga punya keterampilan, sementara perlu uang untuk biaya kebutuhan sehari hari," pungkas MS lirih.
_____
Editor : Eni
Sumber : detikcom
Sumber : detikcom
Jakarta [Siarlingkungan] - Jajaran tim gabungan Resmob Polda Lampung dan Sat Reskrim Polres Lampung Selatan menangkap empat begal sadis di Tanjung Bintang, Lampung Selatan, Lampung, Kamis (27/8/2015). Keempat begal ini kerap meresahkan warga dengan aksinya mencuri motor dan melukai pemiliknya.
Kasat Reskrim Lampung Selatan AKP Rosef Effendi mengatakan keempat begal tersebut yakni Nur Rohim bin Sodik (19), Ando Prabowo bin Kasino (19), Bagus Budi Jayanto bin Paring Ahmad (18), Giyarto bin Saiful Mujab (21), dan Edi Effendi bin Mat Sul (21) sebagai penadah. Penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang kehilangan motor pada Sabtu (26/7/2015) sekitar pukul 09.00 WIB di Pasar Berhen, Tanjung Sari, Lampung Selatan.
"Pelaku Nur Rohim dan rekan-rekannya melakukan tindakan ranmor terhadap 1 motor Yamaha Jupiter yang sedang terparkir dengan merusak kunci sepeda motor dengan kunci T," ujar Rosef, Kamis (27/8/2015).
Usai melakukan aksinya, keempat pelaku ini membawa kendaraan hasil curian ke Kebun Karet dan dijual kepada Edi Efendi. Motor tersebut terjual Rp 1,7 juta.
"Setelah melakukan penyelidikan, diketahui pelaku kerap melakukan aksi begal di daerah Lampung Selatan. Polisi pun melakukan penangkapan di Tanjung Bintang, Lampung Selatan," terangnya.
Dari penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 1 lembar STNK sepeda motor Yamaha Jupiter Z nomor polisi palsu BE 4349 YC dengan nomor rangka MH330C0028J307711 atas nama Devi Nardiah. Serta satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z nomor polisi palsu BE 7192 EI dan 1 senjata tajam. (tfn/dha)
_____
Sumber : detikcom
Sumber : detikcom
Siarlingkungan.com // Pekanbaru - Seorang wanita berumur 19 tahun, warga Jalan Taskurun, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau, diperkosa dan dianiaya di dalam hotel Sabrina. Modusnya pelaku mengajak korban masuk ke kamar untuk keperluan interview.
Informasi yang dirangkum di Mapolresta Pekanbaru, Selasa (25/8/2015) pagi, kasus pemerkosaan disertai pengancaman itu sudah dilaporkan korban bernama Juni (19), Senin malam lalu, sekitar pukul 21.00 WIB. Ia tak menduga, niat Juni untuk mencari kerja malah berujung pemerkosaan. Dia tak berani melawan karena pelaku mengancam dengan menggunakan pisau.
Pelaku dikenal korban dengan nama Ari Alia Yudi. Korban mengenal Ari dari rekan sekerjanya. Rekannya itu mengatakan kalau Ari bisa memasukkan korban untuk bekerja di Hotel Sabrina, Pekanbaru. Tertarik dengan tawaran itu, Juni pun minta agar ia dikenalkan dengan Ari.
Singkat cerita, Senin pagi korban dengan ditemani rekannya pergi menjumpai pelaku di Jalan Harapan Raya. Bertiga mereka sempat terlibat perbincangan, sebelum akhirnya bergeser ke Hotel Sabrina. Alasan pelaku, bahwa bosnya sudah menunggu di sana untuk interview.
Korban pun digiring ke sebuah kamar di lantai tiga. Di dalam kamar Ari langsung mengeluarkan pisau dan mengancam Juni agar mau melayaninya. Takut dilukai, Juni pun terpaksa jadi objek pelampiasan nafsu Ari. Bahkan ia sempat diikat agar tidak meronta atau berusaha melarikan diri.
Setelah puas, Ari lalu meninggalkan korban di dalam kamar, dengan kondisi bugil. "Kita sudah menerima laporan korban semalam, selain itu polisi juga sudah kantongi identitas pelaku untuk selanjutnya dilakukan penyelidikan," ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Bimo Arianto, Selasa (25/8/2015). (Had).
Informasi yang dirangkum di Mapolresta Pekanbaru, Selasa (25/8/2015) pagi, kasus pemerkosaan disertai pengancaman itu sudah dilaporkan korban bernama Juni (19), Senin malam lalu, sekitar pukul 21.00 WIB. Ia tak menduga, niat Juni untuk mencari kerja malah berujung pemerkosaan. Dia tak berani melawan karena pelaku mengancam dengan menggunakan pisau.
Pelaku dikenal korban dengan nama Ari Alia Yudi. Korban mengenal Ari dari rekan sekerjanya. Rekannya itu mengatakan kalau Ari bisa memasukkan korban untuk bekerja di Hotel Sabrina, Pekanbaru. Tertarik dengan tawaran itu, Juni pun minta agar ia dikenalkan dengan Ari.
Singkat cerita, Senin pagi korban dengan ditemani rekannya pergi menjumpai pelaku di Jalan Harapan Raya. Bertiga mereka sempat terlibat perbincangan, sebelum akhirnya bergeser ke Hotel Sabrina. Alasan pelaku, bahwa bosnya sudah menunggu di sana untuk interview.
Korban pun digiring ke sebuah kamar di lantai tiga. Di dalam kamar Ari langsung mengeluarkan pisau dan mengancam Juni agar mau melayaninya. Takut dilukai, Juni pun terpaksa jadi objek pelampiasan nafsu Ari. Bahkan ia sempat diikat agar tidak meronta atau berusaha melarikan diri.
Setelah puas, Ari lalu meninggalkan korban di dalam kamar, dengan kondisi bugil. "Kita sudah menerima laporan korban semalam, selain itu polisi juga sudah kantongi identitas pelaku untuk selanjutnya dilakukan penyelidikan," ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Bimo Arianto, Selasa (25/8/2015). (Had).
_____
Editor : Kelvin
Sumber : GORIAU.
Siarlingkungan.com // Medan - Medan Mal Plaza terbakar hebat pagi ini. Petugas pemadam berjibaku mengatasi. Sebanyak 30 mobil pemadam kebakaran dikerahkan.
"Ada sekitar 30 mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Apinya itu dari lantai dasar gedung," kata salah seorang petugas pemadam kebakaran David Marpaung di lokasi, Jl Jalan Iskandar Muda, Medan, Minggu (22/8/2015).
Menurut David, sumber api diduga dari gas di salah satu toko yang ada di dalam gedung. Dengan cepat api merembet hingga lantai 4 gedung.
"Kalau petugas pemadam kebakaran yang terjun ke lokasi ada sekitar seratusan orang lah," sambung David.
Sekitar radius 10 meter dari gedung, petugas pemadam kebakaran masih terus berusaha memadamkan api. Beberapa toko disekitar lokasi gedung pun tutup.
Sementara itu, Kapolsekta Medan Baru, Kompol Ronny Sidabutar, saat di lokasi menyatakan, sekitar 150 personel juga turun ke lokasi guna menghalau warga yang ingin masuk ke seputaran lokasi.
"Diimbau warga agar tidak mendekat ke lokasi," tandas Ronny.(try/try).
_____
Editor : Eni
Sumber : detikcom.
"Ada sekitar 30 mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Apinya itu dari lantai dasar gedung," kata salah seorang petugas pemadam kebakaran David Marpaung di lokasi, Jl Jalan Iskandar Muda, Medan, Minggu (22/8/2015).
Menurut David, sumber api diduga dari gas di salah satu toko yang ada di dalam gedung. Dengan cepat api merembet hingga lantai 4 gedung.
"Kalau petugas pemadam kebakaran yang terjun ke lokasi ada sekitar seratusan orang lah," sambung David.
Sekitar radius 10 meter dari gedung, petugas pemadam kebakaran masih terus berusaha memadamkan api. Beberapa toko disekitar lokasi gedung pun tutup.
Sementara itu, Kapolsekta Medan Baru, Kompol Ronny Sidabutar, saat di lokasi menyatakan, sekitar 150 personel juga turun ke lokasi guna menghalau warga yang ingin masuk ke seputaran lokasi.
"Diimbau warga agar tidak mendekat ke lokasi," tandas Ronny.(try/try).
_____
Editor : Eni
Sumber : detikcom.

