Siarlingkungan.com // PEKANBARU - Seorang ketua koperasi mengalami luka tembak, usai dicegat lima orang kawanan rampok, saat melintas di Jalan raya Pongkai-Simalinyang, Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (15/9/2015) siang, sekitar pukul 13.30 WIB. Penjahat tersebut merampas uang koperasi senilai Rp70 juta.
Dari laporan situs GoRiau, Rahmat Basuki (44), jadi korban perampokan, saat membawa uang hasil koperasi Tani Sumber Rezeki Desa Bina Baru senilai Rp70 juta. Waktu itu dirinya dan supir dicegat sebuah mobil Avanza hitam. Setelah mobil berhenti, lima pelaku langsung turun dan meminta supir agar membuka pintu mobil. Lantaran takut, supir korban tidak mau melakukannya.
Melihat ada perlawanan, tiba-tiba satu dari mereka yang tengah memegang kampak langsung mengayunkannya ke kaca jendela mobil hingga pecah. Mereka meneror keduanya dengan senjata api, kampak dan juga parang. Lebih sadisnya, pelaku juga menembak korban tepat dibagian paha kiri, dan melukai supir dengan kampak hingga terluka di pundaknya.
Dalam waktu singkat, kelima pelaku lalu membawa kabur uang Rp70 juta yang ditaruh di dalam tas ransel di samping bangku supir. Mereka juga sempat menggasak beberapa handphone, lalu pergi keluar Jalan pongkai. "Korban sudah dibawa ke Puskesmas untuk pengangkatan proyektil yang bersarang di pahanya," kata Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, SIK, MM.
Polres Kampar, sambung Guntur Selasa malam, sudah melakukan penyelidikan terkait kejadian ini. "Polisi juga telah meminta keterangan beberapa saksi dan mengamankan barang bukti berupa dua buah selongsong peluru dan satu proyektil. Anggota masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku, sesuai ciri-ciri mereka," tegasnya. (had)
Dari laporan situs GoRiau, Rahmat Basuki (44), jadi korban perampokan, saat membawa uang hasil koperasi Tani Sumber Rezeki Desa Bina Baru senilai Rp70 juta. Waktu itu dirinya dan supir dicegat sebuah mobil Avanza hitam. Setelah mobil berhenti, lima pelaku langsung turun dan meminta supir agar membuka pintu mobil. Lantaran takut, supir korban tidak mau melakukannya.
Melihat ada perlawanan, tiba-tiba satu dari mereka yang tengah memegang kampak langsung mengayunkannya ke kaca jendela mobil hingga pecah. Mereka meneror keduanya dengan senjata api, kampak dan juga parang. Lebih sadisnya, pelaku juga menembak korban tepat dibagian paha kiri, dan melukai supir dengan kampak hingga terluka di pundaknya.
Dalam waktu singkat, kelima pelaku lalu membawa kabur uang Rp70 juta yang ditaruh di dalam tas ransel di samping bangku supir. Mereka juga sempat menggasak beberapa handphone, lalu pergi keluar Jalan pongkai. "Korban sudah dibawa ke Puskesmas untuk pengangkatan proyektil yang bersarang di pahanya," kata Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, SIK, MM.
Polres Kampar, sambung Guntur Selasa malam, sudah melakukan penyelidikan terkait kejadian ini. "Polisi juga telah meminta keterangan beberapa saksi dan mengamankan barang bukti berupa dua buah selongsong peluru dan satu proyektil. Anggota masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku, sesuai ciri-ciri mereka," tegasnya. (had)
_____
Editor :eni
Editor :eni
Siarlingkungan.com // Jakarta - Sekelompok pelaku perampokan terhadap seorang waria, Ujang alias Selvi, membunuh korbannya secara sadis. Mereka menikam korban dengan pisau dan batu hingga tewas.
"Pada saat pelaku dengan korban sedang melakukan perbuatan mesum, salah seorang menghantam kepala bagian belakang korban menggunakan sebongkah batu," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti, Jakarta, Selasa (15/9/2015).
Namun, Ujang tidak langsung roboh. Ia sempat melakukan perlawanan secara agresif usai dipukul. "Pelaku lainnya langsung menikam korban beberapa kali," kata Krishna.
Ujang pun langsung tewas bersimbah darah. Setelah dipastikan tewas, kawanan perampok bermodus kencan tersebut langsung menggasak harta benda yang ada di dalam tas Ujang.
Sebagaimana yang dilansir oleh Kompas, Empat hari usai peristiwa pembunuhan tersebut, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya langsung menangkap tiga pelaku di Cikarang, Bekasi, Minggu (13/9/2015). Ketiganya yakni A (21), S (20) dan M (21). Sementara AN masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
(Kahfi Dirga Cahya)
_____
Editor : Kelvin
Editor : Kelvin
Siarlingkungan.com // Aceh - Seorang warga ditemukan tewas akibat terseret arus kencang Sungai (Krueng) Baru. Menurut informasi korban yang diketahui bernama Miswardi (39) merupakan warga Dusun Alue Trienggadeng, Desa Kayee Aceh, Kecamatan Lembah Sabil Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Jasad korban ditemukan warga pada Kamis Sore (10/9/2015). Dimana ada seorang warga yang melihat jasad korban saat dihanyutkan arus sungai Krueng Baru tepatnya di depan komplek Pesantren Puskiyai Aceh sekitar Pukul 18.45 WIB saat azan magrib berkumandang.
Menurut seorang saksi mata yang ketika itu turut menolong dan mengangkat korban dari dalam sungai kepada wartawan, Jum'at (11/9/2015) mengatakan, dari informasi yang didapatnya, diketahui korban tenggelam sekitar jam 15.00 WIB saat pulang setelah mencari ikan di kawasan Alue Buloh bagian hulu sungai Krueng Baru. Korban pulang menggunakan ban pelampung. Saat mengarungi derasnya arus sungai, rakit yang ditumpangi korban terbalik dihantam arus.
Informasi yang dimuat dalam situs web Aceh Terkini, Kemungkinan korban tidak bisa berenang, saat rakit terbalik, korban langsung tenggelam, sementara abang ipar korban yang sama-sama mencari ikan lansung menyelam untuk mencari korban.
Akan tetapi, karena air sungai sedang keruh akibat derasnya hujan, ipar korban yang bernama Zulkifli juga warga yang sama, tidak bisa menemukan korban dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar.
“Kita melihat korban hanyut dibawa arus sekitar jam 18.45 WIB saat azan magreb berkumandang,” sebut saksi mata tersebut.
Miril Adha, Kepala Desa Kayee Aceh secara terpisah mengungkapkan, korban diketahui sudah 4 hari yang lalu pergi ke kawasan Alue Buloh dihulu Sungai Krueng Baru bersama abang iparnya Zulkifli untuk mencari ikan dengan membawa perlengkapan tangkap ikan.
Perjalanan menuju Alue Buloh memakan waktu satu hari berjalan kaki atau lebih kurang 30 kilometer dari kampung halaman korban.
“Biasanya mereka menuju Alue Buloh dengan berjalan kaki, pulangnya naik rakit ban dalam mobil mengikuti aliran sungai, mungkin hari ini naas bagi korban,” ungkap Miril singkat. (Rizal/)
_____
Editor : Kelvin
Jasad korban ditemukan warga pada Kamis Sore (10/9/2015). Dimana ada seorang warga yang melihat jasad korban saat dihanyutkan arus sungai Krueng Baru tepatnya di depan komplek Pesantren Puskiyai Aceh sekitar Pukul 18.45 WIB saat azan magrib berkumandang.
Menurut seorang saksi mata yang ketika itu turut menolong dan mengangkat korban dari dalam sungai kepada wartawan, Jum'at (11/9/2015) mengatakan, dari informasi yang didapatnya, diketahui korban tenggelam sekitar jam 15.00 WIB saat pulang setelah mencari ikan di kawasan Alue Buloh bagian hulu sungai Krueng Baru. Korban pulang menggunakan ban pelampung. Saat mengarungi derasnya arus sungai, rakit yang ditumpangi korban terbalik dihantam arus.
Informasi yang dimuat dalam situs web Aceh Terkini, Kemungkinan korban tidak bisa berenang, saat rakit terbalik, korban langsung tenggelam, sementara abang ipar korban yang sama-sama mencari ikan lansung menyelam untuk mencari korban.
Akan tetapi, karena air sungai sedang keruh akibat derasnya hujan, ipar korban yang bernama Zulkifli juga warga yang sama, tidak bisa menemukan korban dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar.
“Kita melihat korban hanyut dibawa arus sekitar jam 18.45 WIB saat azan magreb berkumandang,” sebut saksi mata tersebut.
Miril Adha, Kepala Desa Kayee Aceh secara terpisah mengungkapkan, korban diketahui sudah 4 hari yang lalu pergi ke kawasan Alue Buloh dihulu Sungai Krueng Baru bersama abang iparnya Zulkifli untuk mencari ikan dengan membawa perlengkapan tangkap ikan.
Perjalanan menuju Alue Buloh memakan waktu satu hari berjalan kaki atau lebih kurang 30 kilometer dari kampung halaman korban.
“Biasanya mereka menuju Alue Buloh dengan berjalan kaki, pulangnya naik rakit ban dalam mobil mengikuti aliran sungai, mungkin hari ini naas bagi korban,” ungkap Miril singkat. (Rizal/)
_____
Editor : Kelvin
Jakarta Selatan [Siarlingkungan] - Polda Metro Jaya masih mendalami kasus penembakan kantor Kementerian ESDM di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Hasil olah TKP, penyisiran dan rekonstruksi menunjukkan tembakan dilepaskan pelaku dari dalam mobil.
![]() |
| Ilustrasi Penembakan (Liputan6.com/Andri Wiranuari) |
"Ya kemungkinan besar itu ditembakkan dari arah sejajar di jalan layang. Dan juga diduga pelaku ngelepas tembakan itu di dalam mobil," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Khrisna Murti di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (13/9/2015).
Dari informasi yang dimuat dalam situs web Liputan6, Dugaan pelaku menggunakan mobil ini muncul karena polisi belum dapat menemukan selongsong peluru. Penyidik terus menyisir dan berupaya menemukan alat bukti tersebut.
"Jadi selongsong belum ditemukan. Dari situ ada dugaan kalau si pelaku melepas tembakan dari dalam mobil. Ya kan kalau dalam mobil (tembaknya) itu selongsong bisa jatuh di dalam," jelas Khrisna.
Menurut dia, penyidik memiliki cara lain untuk menemukan selongsong maupun senjata rakitan yang digunakan pelaku. Namun, semua masih harus terus didalami.
"Itu teknik penyidikan. Rahasia," singkat Khrisna.
Yang jelas, lanjut dia, dari hasil uji Laboratorium Forensik Polri, sudah tergambar dari mana arah penembakan. Penembakan diduga kuat dilakukan dari jalan layang dan berjarak 35 meter. Hasil uji lubang di kaca setebal 5 milimeter ini juga mengungkapkan jika pelaku memakai senjata rakitan karena lubangnya tak sempurna.
"Jika ditarik lurus sesuai lubang, ini jarak 35 meter. Lubangnya enggak sempurna dan menguatkan kalau ini rakitan," tutur Khrisna.
Dia juga membantah keras pelaku tengah menargetkan seseorang dalam peristiwa itu. Sebab jika pelaku menyasar seseorang, sulit pelaku untuk bisa mendeteksi keberadaan orang yang disasar dari jarak 35 meter dengan pistol rakitan.
"Kalau menargetkan seseorang tentu tidak menembak kaca. Kemungkinan bukan menarget orang. Dari luar tidak terlihat siapa yang duduk di dalamnya," tutup Khrisna. (Bob/Ado)
_____
Editor : Kelvin
Editor : Kelvin
Tak terasa, perjalanan Shalom menuju Kerajaan Mattawijaya sudah menghabiskan waktu dua hari. Tidak mudah memang untuk pergi ke Kerajaan Mattawijaya, karena harus melewati Sungai Bodri, sungai yang luas dan memiliki arus sangat deras.
“Haahh!! Sungai ini terlalu luas dan arusnya pun sangat deras, tak mungkin aku bisa melewatinya,” Kaget Shalom seusai tiba di tepi Sungai Bodri.
Menurut cerita, sungai ini sering memakan banyak korban, sebagian besar korbannya adalah para pengembara yang mencoba menyeberangi sungai. Tahu bahwa Sungai Bodri sering memakan korban, tubuh Shalom langsung gemetaran. Tiba-tiba, seekor gorila berlari ketakutan ke arah Sholam.
“Hmm untung saja aku tak tertabrak gorila itu, tapi mengapa dia lari ketakutan?” Ucap Shalom sambil menghela napas. “Ah, sepertinya aku harus mencari tahu penyebabnya,” Lanjutnya.
Shalom memutuskan berlari mengikuti gorila itu. Tetapi, belum sempat ia menemukannya, tiba-tiba terdengar suara tembakan. Dorr!! Dorr!! Dorr!! terdengar tiga kali tembakan yang mengagetkan Shalom. Kemudian, Shalom mencaritahu asal tembakan itu. Tak butuh waktu lama ia mencari asal tembakan tadi, beberapa menit kemudian, Shalom menemukan asalnya. Persis seperti dugaannya, tembakan itu berasal dari dua orang pemburu.
“Ternyata kalian yang menyebabkan gorila tadi lari ketakutan, apakah kalian tak pernah berpikir gorila hampir punah karena ulah kalian, hah?” Bentak Shalom kepada dua pemburu itu.
“Hahaha, beraninya kau membentak kami. Kalau kau tetap bersikeras menyelamatkannya, silakan saja, tetapi kau harus melawan kami dulu,” Kata salah satu pemburu dengan lancangnya. Shalom langsung bersiap-siap melawannya.
“Baiklah kalau itu mau kalian, aku dengan senang hati menghancurkan iblis seperti kalian.”
“Hyyaaaaatt!!!” Teriak Shalom sambil berlari menyerang kedua pemburu itu.
Beberapa saat kemudian, kedua pemburu itu sudah tak berdaya setelah dikalahkan oleh Shalom.
“Maafkan kami, maafkan kami.” Pinta kedua pemburu itu kepada Shalom.
“Baiklah, aku maafkan kalian, tetapi jangan pernah mengulangi perbuatan kalian lagi, ya! Balas Shalom.
“Terima ka.. sih, Tuan” Ucap salah satu pemburu dengan terbata-bata.
Shalom lalu pergi meninggalkan kedua pemburu itu dan berjalan menuju tepi Sungai Bodri.
“Ahh Lega rasanya gorila itu sudah bebas dan tidak ketakutan lagi,” Ujar Shalom sambil tersenyum.
Saat Shalom berjalan menuju tepi Sungai Bodri, tiba-tiba ada yang memanggilnya.
“Hei kau, ke sinilah, kau ingin menyeberangi sungai itu, kan?” Tanya suara misterius itu.
Shalom kaget dan berkata, “Hahh, bagaimana kau tahu tujuanku? Dan siapa kau?” Balas Shalom.
“Aku adalah gorila yang kau selamatkan tadi, namaku Gorro, sang raja dari para gorila yang ada di sini. Aku tahu kau ingin menyeberangi sungai ini karena sebagian besar para pengembara yang datang memang untuk menyeberangi sungai,” Jelas Gorro, asal suara misterius itu.
Shalom terkejut mendengar perkataan Gorro tadi, lalu ia berkata, “Haahh!! Mana mungkin gorila bisa bicara?” Bingung Shalom.
“Kau tak perlu tahu itu, sekarang aku mau membantumu menyeberangi sungai ini,” Jelas Gorro.
Kemudian, Gorro memanggil para gorila lain, “Fiiuuwiiitt!! Berkumpullah ke sini!!” Teriak Gorro.
“Hei!! Apa yang kau lakukan, Gorro?” Tanya Shalom.
“Lihat saja sendiri!” Jawab Gorro.
Segerombolan gorila pun datang dan menghampiri Gorro.
“Ada apa, tuan? Apakah ada masalah?” Tanya salah satu gorila kepada Gorro.
“Tidak ada masalah apapun. Aku hanya ingin kalian membuat jembatan, agar Shalom, manusia yang menyelamatkanku dari pemburu tadi bisa menyeberangi sungai dengan selamat,” Jawab Gorro.
“Baik, Tuan!!” Seru para gorila.
Mereka lalu pergi mengambil batu dan mengumpulkannya.
“Gorro, untuk apa mereka mengumpulkan batu? Sepertinya, kau menyuruh mereka membuat jembatan, kan? Seharusnya mereka mencari kayu, bukannya batu.” Tanya Shalom kepada Gorro.
“Itu bukan sembarang batu, itu adalah batu ajaib yang bisa mengapung di atas air. Batu itu hanya ada di Goa Ridilogo, goa tersembunyi milik para gorila yang ada di sini,” Jelas Gorro.
Arus Sungai Bodri semakin deras, akibatnya pembuatan jembatan menjadi terhambat dan semakin lama. Hari sudah semakin petang, para gorila memutuskan untuk menghentikan pembuatan jembatan dan melanjutkannya esok pagi.
“Hei semuanya!! Hentikan pekerjaan kalian, kita istirahat dulu dan melanjutkannya besok!” Perintah Gorro kepada para gorila.
Para gorila pun menghentikan pekerjaannya dan beristirahat.
Malam pun tiba, para gorila mengadakan pesta untuk menyambut penginapan Shalom. Mereka membuat api unggun dan berpesta ria hingga tengah malam.
“Semuanya!! Istirahatlah, besok kita membutuhkan banyak tenaga agar pembuatan jembatan cepat selesai dan Shalom bisa menyeberangi Sungai Bodri,” Perintah Gorro.
Prit, prit, prit, suara burung iringi pagi yang mulai datang. Para gorila sudah bergegas membuat jembatan. Selang beberapa lama, jembatan akhirnya jadi dan Shalom pun sudah siap untuk melanjutkan perjalanannya. Gorro lalu mengucapkan salam perpisahan kepada Shalom.
“Selamat tinggal, Shalom!! Semoga perjalananmu ke Kerajaan Mattawijaya berhasil!!” Ucapnya.
“Terima kasih sudah membantuku menyeberangi sungai ini, selamat tinggal!!” Balas Shalom.
Kemudian, para gorila bersahut-sahutan mengucapkan Selamat tinggal kepada Shalom.
Hari berikutnya, Shalom telah sampai di Kerajaan Mattawijaya. Saat memasuki gerbang, Shalom disambut oleh Pangeran Agung, putra dari Raja Kusuma, penguasa Kerajaan Mattawijaya yang ke-5. Pangeran Agung mengucapkan banyak terima kasih karena Shalom telah menyelamatkan hewan peliharaannya, yaitu gorila-gorila yang diselamatkan Shalom. Shalom terkejut mendengar hal itu, sebenarnya ia tidak tahu bahwa gorila-gorila itu adalah milik Pangeran Agung.
Karena kebaikan dan keberanian Shalom menyelamatkan para gorila milik Pangeran Agung, ia lalu diajak ke persinggahan raja, ia disuguhi banyak makanan yang sangat lezat di sana.
“Terima kasih, Pangeran atas semua pemberianmu ini,” Puji Shalom kepada Pangeran Agung.
“Iya, sama-sama,” Balas Pangeran Agung dan tersenyum kepada Shalom.
Beberapa hari kemudian, Shalom diangkat menjadi Panglima Sang Raja karena kebaikan dan keberaniannya menolong para gorila milik Pangeran Agung.
***
Cerpen Karangan: Izzulhaq Mahardika
kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Facebook: www.facebook.com/izzulhaq.mahardika
Sumber : http://www.cerpenmu.com
Editor : Ferlin
“Haahh!! Sungai ini terlalu luas dan arusnya pun sangat deras, tak mungkin aku bisa melewatinya,” Kaget Shalom seusai tiba di tepi Sungai Bodri.
Menurut cerita, sungai ini sering memakan banyak korban, sebagian besar korbannya adalah para pengembara yang mencoba menyeberangi sungai. Tahu bahwa Sungai Bodri sering memakan korban, tubuh Shalom langsung gemetaran. Tiba-tiba, seekor gorila berlari ketakutan ke arah Sholam.
“Hmm untung saja aku tak tertabrak gorila itu, tapi mengapa dia lari ketakutan?” Ucap Shalom sambil menghela napas. “Ah, sepertinya aku harus mencari tahu penyebabnya,” Lanjutnya.
Shalom memutuskan berlari mengikuti gorila itu. Tetapi, belum sempat ia menemukannya, tiba-tiba terdengar suara tembakan. Dorr!! Dorr!! Dorr!! terdengar tiga kali tembakan yang mengagetkan Shalom. Kemudian, Shalom mencaritahu asal tembakan itu. Tak butuh waktu lama ia mencari asal tembakan tadi, beberapa menit kemudian, Shalom menemukan asalnya. Persis seperti dugaannya, tembakan itu berasal dari dua orang pemburu.
“Ternyata kalian yang menyebabkan gorila tadi lari ketakutan, apakah kalian tak pernah berpikir gorila hampir punah karena ulah kalian, hah?” Bentak Shalom kepada dua pemburu itu.
“Hahaha, beraninya kau membentak kami. Kalau kau tetap bersikeras menyelamatkannya, silakan saja, tetapi kau harus melawan kami dulu,” Kata salah satu pemburu dengan lancangnya. Shalom langsung bersiap-siap melawannya.
“Baiklah kalau itu mau kalian, aku dengan senang hati menghancurkan iblis seperti kalian.”
“Hyyaaaaatt!!!” Teriak Shalom sambil berlari menyerang kedua pemburu itu.
Beberapa saat kemudian, kedua pemburu itu sudah tak berdaya setelah dikalahkan oleh Shalom.
“Maafkan kami, maafkan kami.” Pinta kedua pemburu itu kepada Shalom.
“Baiklah, aku maafkan kalian, tetapi jangan pernah mengulangi perbuatan kalian lagi, ya! Balas Shalom.
“Terima ka.. sih, Tuan” Ucap salah satu pemburu dengan terbata-bata.
Shalom lalu pergi meninggalkan kedua pemburu itu dan berjalan menuju tepi Sungai Bodri.
“Ahh Lega rasanya gorila itu sudah bebas dan tidak ketakutan lagi,” Ujar Shalom sambil tersenyum.
Saat Shalom berjalan menuju tepi Sungai Bodri, tiba-tiba ada yang memanggilnya.
“Hei kau, ke sinilah, kau ingin menyeberangi sungai itu, kan?” Tanya suara misterius itu.
Shalom kaget dan berkata, “Hahh, bagaimana kau tahu tujuanku? Dan siapa kau?” Balas Shalom.
“Aku adalah gorila yang kau selamatkan tadi, namaku Gorro, sang raja dari para gorila yang ada di sini. Aku tahu kau ingin menyeberangi sungai ini karena sebagian besar para pengembara yang datang memang untuk menyeberangi sungai,” Jelas Gorro, asal suara misterius itu.
Shalom terkejut mendengar perkataan Gorro tadi, lalu ia berkata, “Haahh!! Mana mungkin gorila bisa bicara?” Bingung Shalom.
“Kau tak perlu tahu itu, sekarang aku mau membantumu menyeberangi sungai ini,” Jelas Gorro.
Kemudian, Gorro memanggil para gorila lain, “Fiiuuwiiitt!! Berkumpullah ke sini!!” Teriak Gorro.
“Hei!! Apa yang kau lakukan, Gorro?” Tanya Shalom.
“Lihat saja sendiri!” Jawab Gorro.
Segerombolan gorila pun datang dan menghampiri Gorro.
“Ada apa, tuan? Apakah ada masalah?” Tanya salah satu gorila kepada Gorro.
“Tidak ada masalah apapun. Aku hanya ingin kalian membuat jembatan, agar Shalom, manusia yang menyelamatkanku dari pemburu tadi bisa menyeberangi sungai dengan selamat,” Jawab Gorro.
“Baik, Tuan!!” Seru para gorila.
Mereka lalu pergi mengambil batu dan mengumpulkannya.
“Gorro, untuk apa mereka mengumpulkan batu? Sepertinya, kau menyuruh mereka membuat jembatan, kan? Seharusnya mereka mencari kayu, bukannya batu.” Tanya Shalom kepada Gorro.
“Itu bukan sembarang batu, itu adalah batu ajaib yang bisa mengapung di atas air. Batu itu hanya ada di Goa Ridilogo, goa tersembunyi milik para gorila yang ada di sini,” Jelas Gorro.
Arus Sungai Bodri semakin deras, akibatnya pembuatan jembatan menjadi terhambat dan semakin lama. Hari sudah semakin petang, para gorila memutuskan untuk menghentikan pembuatan jembatan dan melanjutkannya esok pagi.
“Hei semuanya!! Hentikan pekerjaan kalian, kita istirahat dulu dan melanjutkannya besok!” Perintah Gorro kepada para gorila.
Para gorila pun menghentikan pekerjaannya dan beristirahat.
Malam pun tiba, para gorila mengadakan pesta untuk menyambut penginapan Shalom. Mereka membuat api unggun dan berpesta ria hingga tengah malam.
“Semuanya!! Istirahatlah, besok kita membutuhkan banyak tenaga agar pembuatan jembatan cepat selesai dan Shalom bisa menyeberangi Sungai Bodri,” Perintah Gorro.
Prit, prit, prit, suara burung iringi pagi yang mulai datang. Para gorila sudah bergegas membuat jembatan. Selang beberapa lama, jembatan akhirnya jadi dan Shalom pun sudah siap untuk melanjutkan perjalanannya. Gorro lalu mengucapkan salam perpisahan kepada Shalom.
“Selamat tinggal, Shalom!! Semoga perjalananmu ke Kerajaan Mattawijaya berhasil!!” Ucapnya.
“Terima kasih sudah membantuku menyeberangi sungai ini, selamat tinggal!!” Balas Shalom.
Kemudian, para gorila bersahut-sahutan mengucapkan Selamat tinggal kepada Shalom.
Hari berikutnya, Shalom telah sampai di Kerajaan Mattawijaya. Saat memasuki gerbang, Shalom disambut oleh Pangeran Agung, putra dari Raja Kusuma, penguasa Kerajaan Mattawijaya yang ke-5. Pangeran Agung mengucapkan banyak terima kasih karena Shalom telah menyelamatkan hewan peliharaannya, yaitu gorila-gorila yang diselamatkan Shalom. Shalom terkejut mendengar hal itu, sebenarnya ia tidak tahu bahwa gorila-gorila itu adalah milik Pangeran Agung.
Karena kebaikan dan keberanian Shalom menyelamatkan para gorila milik Pangeran Agung, ia lalu diajak ke persinggahan raja, ia disuguhi banyak makanan yang sangat lezat di sana.
“Terima kasih, Pangeran atas semua pemberianmu ini,” Puji Shalom kepada Pangeran Agung.
“Iya, sama-sama,” Balas Pangeran Agung dan tersenyum kepada Shalom.
Beberapa hari kemudian, Shalom diangkat menjadi Panglima Sang Raja karena kebaikan dan keberaniannya menolong para gorila milik Pangeran Agung.
Sekian
***
Cerpen Karangan: Izzulhaq Mahardika
kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Facebook: www.facebook.com/izzulhaq.mahardika
Sumber : http://www.cerpenmu.com
Editor : Ferlin
Pagi ini ku sambut dengan ceria karena nanti pukul 9.00 aku akan pergi ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi dengan menggunakan beasiswa yang ku dapat. Rencananya aku akan tinggal di rumah pakde dan budeku untuk sementara, tapi nanti di sana rencananya aku akan mencari pekerjaan dan ingin ngekos supaya tidak merepotkan pakde dan bude.
Mulai lusa depan aku sudah mulai masuk sekolah di Jakarta. Sampai saat ini, itu masih seperti mimpi, maklum aku hanya gadis dari desa yang mempunyai nama sederhana yaitu Novi Lestari dan bukan orang yang tergolong mampu, aku diajak pakdeku jalan-jalan untuk melihat keadaan sekolahku, ternyata sekolahnya bagus, dan memiliki fasilitas yang cukup daripada sekolahku yang di kampung.
Hari ini aku masuk sekolah, seperti halnya anak baru, pertama masuk kelas aku memperkenalkan diri, aku duduk di samping Gita. Di sekolahku yang baru ada geng bernama twonyu -unyu-unyu- mereka geng terpopuler, cantik, pintar, kaya dan baik, ternyata Gita adalah salah satu anggota dari grup itu. Selain Gita ada juga Soraya, Nada, Abel dan Chika. Setelah beberapa hari, aku diajak untuk menjadi salah satu anggota geng twonyu, pertama aku menolak karena aku sadar kalau aku jelek dan tidak kaya tidak seperti mereka yang cantik dan kaya. Tapi setelah aku mendapat tawaran kedua aku pun menerimanya dan dari situlah awal persahabatan kami. Aku suka diajak jalan-jalan ke mall, ke rumah mereka, dan semenjak aku berteman dengan mereka aku dibuat lebih cantik, dan sekarang aku termasuk wanita populer di sekolah.
Beberapa hari ini ada lelaki yang menarik perhatianku namanya Alwan tapi dia sudah memiliki kekasih yaitu Soraya sahabatku sendiri. Entah apa yang merasuki pikiranku saat itu, tapi pada suatu hari aku membuat Alwan dan Soraya putus, tapi aku senang karena masih ada peluang untuk aku menjadi pacarnya apalagi sekarang aku udah jadi wanita populer dan cantik seperti Soraya. Beberapa minggu Alwan pun jatuh cinta padaku, ia mengajakku ke taman dan berkata.
“vi maukah kamu jadi pacarku?” Dia menatapku dengan tatapan serius, tanpa ingin membuang buang waktu aku menjawab.
“iya aku mau”
Sudah 3 bulan lamanya kami berpacaran, dan Soraya pun mengetahui kalau aku yang membuat mereka putus tanpa alasan. Soraya, Gita, Nada, Abel, Chika mulai menjauhiku tapi aku masa bodoh. Saat itu aku seperti kacang lupa kulit. Sebenarnya Alwan dan Soraya masih saling mencintai. Beberapa hari setelah anniv ke 4 bulan aku ditembak sama sahabatnya Alwan yaitu Naufal. Aku menerimanya karena pada saat itu aku udah agak sedikit bosan dengan Alwan, tapi tidak lama beberapa hari, Alwan tahu kalau aku ternyata pacaran sama sahabatnya. Akhirnya aku dan Alwan putus dan Alwan menghentikan persahabatannya dengan Naufal. Setelah 2 bulan aku berpacaran dengan Naufal aku putus dengan dia, karena aku mengetahui kalau dia punya pacar lain selain aku.
Aku sangat menyesal semenjak kejadian itu, di sekolah aku tidak mempunyai sahabat sama sekali. Aku yang dulunya terkenal, populer, dan mempunyai banyak fans sekarang tidak mempunyai teman sama sekali. Setelah beberapa minggu, aku mendengar kalau Alwan dan Soraya balikan. Tiga hari setelah itu, aku meminta maaf sama geng twonyu terutama sama Soraya karena aku telah merusak hubungan dia sama Alwan. Dan pada saat itu aku seperti kacang lupa kulit dan aku juga minta maaf sama Alwan karena telah merusak hubungannya dengan Soraya dan juga aku telah berselingkuh dengan sahabatnya di belakangnya. Dan aku berjanji kepada mereka, “aku tidak akan mengulanginya lagi” tapi mereka masih belum bisa memaafkanku. Mungkin memang ini semua balasan untuk apa yang aku perbuat.
Setelah naik ke kelas 3 SMA dan setelah lamanya tidak mempunyai teman, mereka pun memaafkanku dan sekarang aku mempunyai sahabat lagi dan Alwan menjadi salah satu dari sahabatku, dan aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
***
Cerpen Karangan: Shelomita Laila Hakim
kategori: Cerpen Penyesalan Cerpen Persahabatan
Facebook: Shelomita Laila Hakim
Sumber : http://www.cerpenmu.com
Editor : Ferlin
Mulai lusa depan aku sudah mulai masuk sekolah di Jakarta. Sampai saat ini, itu masih seperti mimpi, maklum aku hanya gadis dari desa yang mempunyai nama sederhana yaitu Novi Lestari dan bukan orang yang tergolong mampu, aku diajak pakdeku jalan-jalan untuk melihat keadaan sekolahku, ternyata sekolahnya bagus, dan memiliki fasilitas yang cukup daripada sekolahku yang di kampung.
Hari ini aku masuk sekolah, seperti halnya anak baru, pertama masuk kelas aku memperkenalkan diri, aku duduk di samping Gita. Di sekolahku yang baru ada geng bernama twonyu -unyu-unyu- mereka geng terpopuler, cantik, pintar, kaya dan baik, ternyata Gita adalah salah satu anggota dari grup itu. Selain Gita ada juga Soraya, Nada, Abel dan Chika. Setelah beberapa hari, aku diajak untuk menjadi salah satu anggota geng twonyu, pertama aku menolak karena aku sadar kalau aku jelek dan tidak kaya tidak seperti mereka yang cantik dan kaya. Tapi setelah aku mendapat tawaran kedua aku pun menerimanya dan dari situlah awal persahabatan kami. Aku suka diajak jalan-jalan ke mall, ke rumah mereka, dan semenjak aku berteman dengan mereka aku dibuat lebih cantik, dan sekarang aku termasuk wanita populer di sekolah.
Beberapa hari ini ada lelaki yang menarik perhatianku namanya Alwan tapi dia sudah memiliki kekasih yaitu Soraya sahabatku sendiri. Entah apa yang merasuki pikiranku saat itu, tapi pada suatu hari aku membuat Alwan dan Soraya putus, tapi aku senang karena masih ada peluang untuk aku menjadi pacarnya apalagi sekarang aku udah jadi wanita populer dan cantik seperti Soraya. Beberapa minggu Alwan pun jatuh cinta padaku, ia mengajakku ke taman dan berkata.
“vi maukah kamu jadi pacarku?” Dia menatapku dengan tatapan serius, tanpa ingin membuang buang waktu aku menjawab.
“iya aku mau”
Sudah 3 bulan lamanya kami berpacaran, dan Soraya pun mengetahui kalau aku yang membuat mereka putus tanpa alasan. Soraya, Gita, Nada, Abel, Chika mulai menjauhiku tapi aku masa bodoh. Saat itu aku seperti kacang lupa kulit. Sebenarnya Alwan dan Soraya masih saling mencintai. Beberapa hari setelah anniv ke 4 bulan aku ditembak sama sahabatnya Alwan yaitu Naufal. Aku menerimanya karena pada saat itu aku udah agak sedikit bosan dengan Alwan, tapi tidak lama beberapa hari, Alwan tahu kalau aku ternyata pacaran sama sahabatnya. Akhirnya aku dan Alwan putus dan Alwan menghentikan persahabatannya dengan Naufal. Setelah 2 bulan aku berpacaran dengan Naufal aku putus dengan dia, karena aku mengetahui kalau dia punya pacar lain selain aku.
Aku sangat menyesal semenjak kejadian itu, di sekolah aku tidak mempunyai sahabat sama sekali. Aku yang dulunya terkenal, populer, dan mempunyai banyak fans sekarang tidak mempunyai teman sama sekali. Setelah beberapa minggu, aku mendengar kalau Alwan dan Soraya balikan. Tiga hari setelah itu, aku meminta maaf sama geng twonyu terutama sama Soraya karena aku telah merusak hubungan dia sama Alwan. Dan pada saat itu aku seperti kacang lupa kulit dan aku juga minta maaf sama Alwan karena telah merusak hubungannya dengan Soraya dan juga aku telah berselingkuh dengan sahabatnya di belakangnya. Dan aku berjanji kepada mereka, “aku tidak akan mengulanginya lagi” tapi mereka masih belum bisa memaafkanku. Mungkin memang ini semua balasan untuk apa yang aku perbuat.
Setelah naik ke kelas 3 SMA dan setelah lamanya tidak mempunyai teman, mereka pun memaafkanku dan sekarang aku mempunyai sahabat lagi dan Alwan menjadi salah satu dari sahabatku, dan aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Sekian
***
Cerpen Karangan: Shelomita Laila Hakim
kategori: Cerpen Penyesalan Cerpen Persahabatan
Facebook: Shelomita Laila Hakim
Sumber : http://www.cerpenmu.com
Editor : Ferlin
“Hidup ini gak ada yang mudah, kalau hidup ini mudah mungkin gak ada satu orang pun yang hidup menderita…”
Petir menyambar-nyambar di atas sana membuat sepasang suami-istri yang sudah tua menjadi takut. Si Kakek yang bernama Brama sangat erat memeluk istrinya yang bernama Rara. Si Kakek sangat takut kehilangan istrinya. Bagi Kakek hidup ini cuma ada satu tujuan. Hidup bahagia bersama Nenek. Masalah ekonomi bukan masalah buat Kakek, bagi Kakek hidup sederhana bersama Nenek itu lebih dari bahagia selama istrinya di sampingnya. Mungkin tidak banyak orang yang tahu. Dulu kehidupan sang Kakek seperti apa, yang pasti hidup Kakek gak semudah yang orang bayangkan.
Dahulu Kakek seorang pemuda yang kaya, tampan dan baik hati. Dan dia pun jatuh cinta sama seorang gadis sederhana dan ia pun menikahinya tapi Tuhan berkhendak lain si gadis ternyata mengidap penyakit yang cukup membuat Brama terpukul. Tapi Brama tidak peduli dengan semua itu ia malah lebih mencintai gadis itu dan berusaha untuk menyembuhkan. Dan setelah 10 tahun bersama penyakit Nenek belum juga sembuh. Yang membuat Kakek kehilangan segala harta bendanya. Tapi rasa cinta Kakek gak sedikit pun berubah kepada Nenek tetapi Tuhan memberikan mukzijat.
Lima bulan kemudian penyakit Nenek tiba-tiba sembuh. Kakek sangat senang ternyata Tuhan punya rencana lain atas kejadian itu. Selama berpuluh puluh tahun penyakit itu tak pernah kambuh. Sampai suatu ketika sang Nenek sedang berjalan. Tiba-tiba penyakit jantungnya kambuh dan Nenek pun jatuh karena hujan yang begitu deras. Kakek bertanya-tanya sudah sore seperti ini kenapa Nenek belum juga pulang. Kakek pun memutuskan untuk mencarinya.
Tak jauh dari rumah, Kakek sangat terpukul melihat Nenek tergeletak tak berdaya di tanah. Kakek menjerit sekuat-kuatnya.
“kenapa harus terjadi semua ini Tuhan, harta bendaku satu-satunya kenapa kau ambil juga” ujar Kakek sambil menangis.
Keesokan sorenya.
Setelah penguburan, Kakek melihat pelangi sangat indah. Nenek pun tersenyum di atas pelangi itu dan Kakek tahu Nenek selalu ada di sampingnya.
***
Cerpen Karangan: Sakban S.D.S
kategori: Cerpen Cinta Sedih
Email : Sakban_putra@yahoo.com
Sumber : http://www.cerpenmu.com
Editor : Ferlin
Petir menyambar-nyambar di atas sana membuat sepasang suami-istri yang sudah tua menjadi takut. Si Kakek yang bernama Brama sangat erat memeluk istrinya yang bernama Rara. Si Kakek sangat takut kehilangan istrinya. Bagi Kakek hidup ini cuma ada satu tujuan. Hidup bahagia bersama Nenek. Masalah ekonomi bukan masalah buat Kakek, bagi Kakek hidup sederhana bersama Nenek itu lebih dari bahagia selama istrinya di sampingnya. Mungkin tidak banyak orang yang tahu. Dulu kehidupan sang Kakek seperti apa, yang pasti hidup Kakek gak semudah yang orang bayangkan.
Dahulu Kakek seorang pemuda yang kaya, tampan dan baik hati. Dan dia pun jatuh cinta sama seorang gadis sederhana dan ia pun menikahinya tapi Tuhan berkhendak lain si gadis ternyata mengidap penyakit yang cukup membuat Brama terpukul. Tapi Brama tidak peduli dengan semua itu ia malah lebih mencintai gadis itu dan berusaha untuk menyembuhkan. Dan setelah 10 tahun bersama penyakit Nenek belum juga sembuh. Yang membuat Kakek kehilangan segala harta bendanya. Tapi rasa cinta Kakek gak sedikit pun berubah kepada Nenek tetapi Tuhan memberikan mukzijat.
Lima bulan kemudian penyakit Nenek tiba-tiba sembuh. Kakek sangat senang ternyata Tuhan punya rencana lain atas kejadian itu. Selama berpuluh puluh tahun penyakit itu tak pernah kambuh. Sampai suatu ketika sang Nenek sedang berjalan. Tiba-tiba penyakit jantungnya kambuh dan Nenek pun jatuh karena hujan yang begitu deras. Kakek bertanya-tanya sudah sore seperti ini kenapa Nenek belum juga pulang. Kakek pun memutuskan untuk mencarinya.
Tak jauh dari rumah, Kakek sangat terpukul melihat Nenek tergeletak tak berdaya di tanah. Kakek menjerit sekuat-kuatnya.
“kenapa harus terjadi semua ini Tuhan, harta bendaku satu-satunya kenapa kau ambil juga” ujar Kakek sambil menangis.
Keesokan sorenya.
Setelah penguburan, Kakek melihat pelangi sangat indah. Nenek pun tersenyum di atas pelangi itu dan Kakek tahu Nenek selalu ada di sampingnya.
Sekian
***
Cerpen Karangan: Sakban S.D.S
kategori: Cerpen Cinta Sedih
Email : Sakban_putra@yahoo.com
Sumber : http://www.cerpenmu.com
Editor : Ferlin
Pada suatu hari, Kancil merasa sangat lapar. Dia berjalan kesana-kemari, tetapi tidak mendapatkan makanan. Ketika hari sudah sore, Kancil melihat Kera sedang asyik makan pisang di atas pohon. Nikmat betul kelihatannya.
Kancil ingin sekali menikmati pisang itu. Akan tetapi, bagaimana caranya mengambil pisang itu? Memanjat pohon, ia tidak bisa. “Meminta pada Kera, pasti ia tidak memberi. Kera itu kan pelit.” Kancil mencari akal. Kancil pun menemukan akal.
Ia melempari Kera dengan batu-batu kecil. Mula-mula Kera tidak peduli. Kancil tidak berputus asa. Kancil terus melempari Kera. Ia berusaha agar Kera marah. Lama-kelamaan Kera menjadi kesal dan marah. Ia balik melempari Kancil. Mula-mula Kera melempar dengan kulit pisang. Setelah kulit pisang habis, Kera melempari Kancil dengan buah pisang.
Kancil pura-pura kesakitan. Kera semakin bersemangat melempar hingga semua pisang dilempari ke arah Kancil. Kera merasa puas kemudian meninggalkan pohon itu.
Akal Kancil berhasil. Setelah Kera pergi, Kancil mulai mengumpulkan pisang yang berserakan. Dimakannya pisang-pisang itu dengan santai.
“Hmmm… enak sekali”
***
Cerpen Karangan: Surya Valenthyno Mallisa
kategori: Cerpen Anak Cerpen Dongeng (Cerita Rakyat) Cerpen Fabel (Hewan)
Facebook: -
Sumber : http://www.cerpenmu.com
Editor : Ferlin
Kancil ingin sekali menikmati pisang itu. Akan tetapi, bagaimana caranya mengambil pisang itu? Memanjat pohon, ia tidak bisa. “Meminta pada Kera, pasti ia tidak memberi. Kera itu kan pelit.” Kancil mencari akal. Kancil pun menemukan akal.
Ia melempari Kera dengan batu-batu kecil. Mula-mula Kera tidak peduli. Kancil tidak berputus asa. Kancil terus melempari Kera. Ia berusaha agar Kera marah. Lama-kelamaan Kera menjadi kesal dan marah. Ia balik melempari Kancil. Mula-mula Kera melempar dengan kulit pisang. Setelah kulit pisang habis, Kera melempari Kancil dengan buah pisang.
Kancil pura-pura kesakitan. Kera semakin bersemangat melempar hingga semua pisang dilempari ke arah Kancil. Kera merasa puas kemudian meninggalkan pohon itu.
Akal Kancil berhasil. Setelah Kera pergi, Kancil mulai mengumpulkan pisang yang berserakan. Dimakannya pisang-pisang itu dengan santai.
“Hmmm… enak sekali”
Sekian
***
Cerpen Karangan: Surya Valenthyno Mallisa
kategori: Cerpen Anak Cerpen Dongeng (Cerita Rakyat) Cerpen Fabel (Hewan)
Facebook: -
Sumber : http://www.cerpenmu.com
Editor : Ferlin
Sinta adalah seorang wanita berumur 20 tahun. Ani adalah sahabat terbaik menurut Sinta. Sinta dan Ani selalu bersama saat apapun, tak ada rahasia yang memisahkan mereka, tetapi Ani mempunyai satu rahasia. “kamu gak boleh tahu ini rahasia keluarga” untuk menutup-nutupinya.
Pada hari libur kuliah mereka berlibur ke rumah Nenek Sinta yang berada di desa kecil yang berada di kaki bukit. Nenek Sinta sudah lama meninggal dikatakan bahwa Nenek Sinta meninggal karena memiliki ilmu hitam dan rumah itu menjadi angker. Di rumah itu ada sebuah ruangan yang dijaga ketat oleh Mang Ujang. Ani dan Sinta ditempatkan di sebuah kamar berisikan dua tempat tidur. Sinta sering diterror dengan suara air mengalir, bayi menangis, anak perempuan tertawa, tetapi Sinta tetap tidak takut dan tidak menghiraukannya karena ia tidak percaya hal hal mistis.
Pada suatu malam, Sinta ke ruangan yang terlarang itu.
“wah, ini pasti kamar Nenek banyak barang antik. Ada selendang bagus nih, ambil aja ah” kata Sinta dalam hati seraya ke luar dari ruangan itu karena takut ketahuan.
Sinta memegang selendang itu sampai tertidur ia bermimpi bertemu seorang Nenek yang cantik dan bercahaya di sebuah taman yang indahnya berkali-kali lipat. Nenek itu memanggil Sinta dengan sebutan, cucuku yang menyuruh Sinta membakar selendang itu. Sinta terbangun dan ingin membakar selendang itu, tiba-tiba ia disekap di pohon yang besar dan diikat dengan selendang itu. Saat Sinta siuman karena tadi sempat pingsan.
“wah, ratu cantikku udah bangun ya?”
“Ani, Ani, tolong lepaskan aku!!”
“aku melepaskanmu? gak mungkin karena aku akan membunuhmu sekarang juga!! kau hampir saja mengetahui pembunuh Nenekmu. Dan sekarang kau akan terbunuh di tangan yang sama dan selendang yang sama”
“Ani kau sangat kejam!!” ujar Sinta.
Untung saja Sinta masih menggenggam korek api dan selendang yang melilit tubuhnya. Tetapi anehnya badan Sinta tidak terbakar melainkan badan Ani dan Mang Ujang yang merupakan Ayah dan anak yang telah membunuh Nenek Sinta. Mang Ujang dan Anilah yang mempunyai ilmu hitam.
***
Cerpen Karangan: Febi Narila
kategori: Cerpen Misteri
Facebook: Febi Narila
Sumber : http://www.cerpenmu.com
Editor : Ferlin
Pada hari libur kuliah mereka berlibur ke rumah Nenek Sinta yang berada di desa kecil yang berada di kaki bukit. Nenek Sinta sudah lama meninggal dikatakan bahwa Nenek Sinta meninggal karena memiliki ilmu hitam dan rumah itu menjadi angker. Di rumah itu ada sebuah ruangan yang dijaga ketat oleh Mang Ujang. Ani dan Sinta ditempatkan di sebuah kamar berisikan dua tempat tidur. Sinta sering diterror dengan suara air mengalir, bayi menangis, anak perempuan tertawa, tetapi Sinta tetap tidak takut dan tidak menghiraukannya karena ia tidak percaya hal hal mistis.
Pada suatu malam, Sinta ke ruangan yang terlarang itu.
“wah, ini pasti kamar Nenek banyak barang antik. Ada selendang bagus nih, ambil aja ah” kata Sinta dalam hati seraya ke luar dari ruangan itu karena takut ketahuan.
Sinta memegang selendang itu sampai tertidur ia bermimpi bertemu seorang Nenek yang cantik dan bercahaya di sebuah taman yang indahnya berkali-kali lipat. Nenek itu memanggil Sinta dengan sebutan, cucuku yang menyuruh Sinta membakar selendang itu. Sinta terbangun dan ingin membakar selendang itu, tiba-tiba ia disekap di pohon yang besar dan diikat dengan selendang itu. Saat Sinta siuman karena tadi sempat pingsan.
“wah, ratu cantikku udah bangun ya?”
“Ani, Ani, tolong lepaskan aku!!”
“aku melepaskanmu? gak mungkin karena aku akan membunuhmu sekarang juga!! kau hampir saja mengetahui pembunuh Nenekmu. Dan sekarang kau akan terbunuh di tangan yang sama dan selendang yang sama”
“Ani kau sangat kejam!!” ujar Sinta.
Untung saja Sinta masih menggenggam korek api dan selendang yang melilit tubuhnya. Tetapi anehnya badan Sinta tidak terbakar melainkan badan Ani dan Mang Ujang yang merupakan Ayah dan anak yang telah membunuh Nenek Sinta. Mang Ujang dan Anilah yang mempunyai ilmu hitam.
Sekian
***
Cerpen Karangan: Febi Narila
kategori: Cerpen Misteri
Facebook: Febi Narila
Sumber : http://www.cerpenmu.com
Editor : Ferlin
Di hari ini Alexa baru akan pergi ke sekolahnya yang megah dan luas itu tetapi itu yang membuat Alexa malas pergi sekolah karena ia selalu dijahili anak-anak yang benci atau jijikan gitu. Setelah sampai ke sekolah ia ditanya sama temennya yang namanya keren abis yaitu Gio. Dialah yang dari dulu mengincar Alexa. Ia sangat suka dengan Alexa karena dia manis dan penyabar.
“Alexa kau besok ulang tahun ya?” Tanya Gio kepada Alexa.
“eh Gio, memang tapi…” Omonganku terputus karena,
“Giooo!!! ILOVEU” teriak Maya yang ketua geng di sekolah ini.
“yaelah Nenek sihir datang” ucap Gio yang tak suka dengan gaya Maya yang selalu heboh.
Tetapi seakan-akan Gio itu tidak menghiraukaan tingkah laku Maya yang selalu mengejar cinta Gio.
“Oh. Ada pesta gak lex?” Tanya Gio kepada Alexa yang merencanakan sesuatu”
“ada, pesta topeng, sekelas aku undang tapi kamu juga diundang kok” ucap Alexa.
“Syukurlah” jawab Gio yang singkat.
Tring! Tring!
Bunyi bel pun datang semua masuk kelas ketika sekian lama Alexa belajar dan datanglah bel pulang sekolah dan sahabat Alexa melambaikan tangan pulang sekolah.
Dan malam pun tiba saatnya aku menyiapkan untuk pesta dan aku meminta pak supir untuk ke toko coklat fairs langgananku.
“Pak ke kiri dulu ya”
Dan akhirnya aku pun sampai ke toko cokelat itu. Saat aku membeli cokelat aku bertemu dengan Gio yang sama membeli cokelat.
“Gio Kenapa kamu ada di sini?”
“Aku lagi beli cokelat”
Dan sudah lama kami berbincang dan kini saatnya ku belanja yang lain.
Aku pun membeli semuanya dan sudah ku reka dan ketika semua datang Gio takjub dengan penampilanku yang mengenankan dress pink rambut lurus memakai sepatu hak pink yang imut dan pita di rambut. Lalu Gio berdansa bersamaku. Gio memberikanku sebuah kotak kecil berwarna pink juga.
“wahh Gio makasih, cuman ini apa?” Tanya heranku.
“buka saja” ucapnya dan setelah ku buka.
Ternyata itu adalah sebuah kunci mobil mewah Lamborghini galardoo itu aku sontak kaget dan memeluk Gio. “terima kasih Gio”
Mereka pun sudah pacaran.
“Alexa kau besok ulang tahun ya?” Tanya Gio kepada Alexa.
“eh Gio, memang tapi…” Omonganku terputus karena,
“Giooo!!! ILOVEU” teriak Maya yang ketua geng di sekolah ini.
“yaelah Nenek sihir datang” ucap Gio yang tak suka dengan gaya Maya yang selalu heboh.
Tetapi seakan-akan Gio itu tidak menghiraukaan tingkah laku Maya yang selalu mengejar cinta Gio.
“Oh. Ada pesta gak lex?” Tanya Gio kepada Alexa yang merencanakan sesuatu”
“ada, pesta topeng, sekelas aku undang tapi kamu juga diundang kok” ucap Alexa.
“Syukurlah” jawab Gio yang singkat.
Tring! Tring!
Bunyi bel pun datang semua masuk kelas ketika sekian lama Alexa belajar dan datanglah bel pulang sekolah dan sahabat Alexa melambaikan tangan pulang sekolah.
Dan malam pun tiba saatnya aku menyiapkan untuk pesta dan aku meminta pak supir untuk ke toko coklat fairs langgananku.
“Pak ke kiri dulu ya”
Dan akhirnya aku pun sampai ke toko cokelat itu. Saat aku membeli cokelat aku bertemu dengan Gio yang sama membeli cokelat.
“Gio Kenapa kamu ada di sini?”
“Aku lagi beli cokelat”
Dan sudah lama kami berbincang dan kini saatnya ku belanja yang lain.
Aku pun membeli semuanya dan sudah ku reka dan ketika semua datang Gio takjub dengan penampilanku yang mengenankan dress pink rambut lurus memakai sepatu hak pink yang imut dan pita di rambut. Lalu Gio berdansa bersamaku. Gio memberikanku sebuah kotak kecil berwarna pink juga.
“wahh Gio makasih, cuman ini apa?” Tanya heranku.
“buka saja” ucapnya dan setelah ku buka.
Ternyata itu adalah sebuah kunci mobil mewah Lamborghini galardoo itu aku sontak kaget dan memeluk Gio. “terima kasih Gio”
Mereka pun sudah pacaran.
Tamat
***
Cerpen Karangan: Putri Andreas
kategori: Cerpen Cinta
kategori: Cerpen Cinta
Twitter: @putriandreas02
Sumber : http://www.cerpenmu.com
Editor : Ferlin
Sumber : http://www.cerpenmu.com
Editor : Ferlin


